Butuh Uluran Tangan, Dirawat di RS Permata Hati

Anak Duri Menderita Penyakit Tumor Hati dan Limpa


riaupotenza.com
BUTUH BANTUAN - Muhamad Fazul Azik, warga Duri, Bengkalis sangat membutuhkan bantuan demi kesembuhannya, Kamis (19/4).

BENGKALIS (RPZ) - Prihatin, itulah yang dialami oleh Muhamad Fazul Azik warga Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Dirinya di diagnosa oleh dokter mengidap penyakit tumor hati dan limpa.

Hal itu diketahui dari salah satu akun instagram yang memberikan berbagai informasi di Duri, Rabu (18/4) malam. 

“Mohon bantuan min untuk anak kecil ini, sakitnya tumor hati dan limpa, semoga aja ada rezeki dan yang kasihan sama dia. Mohon bantuannya, dia lagi dirawat di rumah sakit Permata Hati. Namanya Muhammad Pazul Azik (7) dari Duri, dirawat di lantai dua depan ruang Asoka. Orangtuanya nggak punya hape, yang ada nomor neneknya 0852654665XX. Orangtuanya tak punya rekening bank, yg ada rekening BRI atas nama neneknya, Silos, no rekening 3369-01-038295-XXX,” tulis Postingan yang sudah mendapat like hingga ribuan orang tersebut. 

Sontak hal itu juga menggugah hati dari berbagai kalangan, tak pelak, banyak kalangan masyarakat yang turut peduli. 

Salah satunya ialah datang dari komunitas dan organisasi kemahasiswaan, yaitu Gerakan 30 Ribu, SKM Islamedia dan Dewan Mahasiswa STAI Hubbulwathan Duri, bahkan mereka juga telah mensiasati untuk menggalang dana. 

Menanggapi hal tersebut, Camat Mandau, Basuki Rakhmad mengaku pilu melihat hal tersebut. Bahkan dirinya sempat bertanya kepada awak media terkait hal teesebut. 

“Ya Allah, tinggal di mana ortunya? Insyaallah kita akan bantu,” sebut Camat. 

Semetara, Dinas Sosial Kecamatan Mandau juga menyampaikan hal yang serupa. Informasi tersebut akan disampaikannya ke Dinsos Kabupaten Bengkalis. 

“Saya sudah koordinasi ke Dinsos Bengkalis, kalau untuk bantuan adek ini bisa ke dinas kesehatan, teknisnya lewat dinas kesehatan,” ungkap Kepala UPT Dinsos Mandau, Siti Harmila. 

Dirinya menyarankan agar mengajukan proposal ke Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) namun bukan untuk pasiennya, tetapi untuk pendamping (ayah dan ibunya, red) itupun kalau pasien dirujuk ke Rumas Sakit di Pekanbaru. 

“Kalau untuk pasiennya sendiri itu ke dinas kesehatan,” pungkas Siti Harmila atau yang sering disapa Amoi. 

Pantauan riaupotenza.com yang turut membesuk di ruang perawatan, Kamis (19/4) pukul 14.30 WIB, terlihat kedua orang tua dari Muhammad Pazul Azik, bernama Yuhendri dan Yanti tabah mendampingi buah hatinya.

‘’Ini cobaan yang sangat berat, kami harus tabah menghadapinya,’’ ucap warga Jalan HR Soebrantas, Duri ini sambil mengusap kepala anaknya. pmk