Kadispar Riau Memotivasi Pelaku Ekonomi Kreatif Agar Mengikuti Konsep Kekinian


riaupotenza.com
Kadispar Riau, Fahmizal Usman saat membuka kegiatan Pembinaan Pelaku Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain dan Iptek, bersama pelaku ekonomi kreatif. Rahu (18/4) di Pekanbaru.

EKONOMI Kreatif merupakan sebuah konsep di era ekonomi baru daam mengintensifkan informasi dan kreativitas mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia (SDM) sebagai faktor produksi yang utama. Kegiatan ini akan terus berkembang yang harus didukung dengan keberadaan industri kreatif sebagai landasan. Dimana seiring berjalannya waktu, perkembangan ekonomi saat ini telah sampai pada taraf ekonomi kreatif yang dihadapkan dengan konsep ekonomi informasi utama dalam pengembangan ekonomi itu sendiri.

Kadispar Riau, Fahmizal Usman saat menyalami peserta kegiatan Pembinaan Pelaku Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain dan Iptek, bersama pelaku ekonomi kreatif. Rahu (18/4) di Pekanbaru

Untuk menjawab tantang perkembangan itu, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pariwisata (Dispar) menggelar kegiatan Pembinaan Pelaku Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain dan Iptek, bersama pelaku ekonomi kreatif dari 12 kabupaten kota yang ada di Riau, yang juga dihadiri jajaran Direktorat Pengamanan Objek Vital (Dit Pam Obvit) Kepolisian Daerah Riau sebagai narasumber, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Riau, R Dandun Wibawa, Kepala seksi media desain dan iptek, Hendri Zulfandry Putra, Widyaiswara Pemprov Riau, Wellie Annalia dan narasumber serta tamu undangan lainya. 

Kegaitan yang di gelar selama 5 hari mulai 18 hingga 23 April 2018 dan diikuti sebanyak 26 peserta tersebut, dinilai sangat penting untuk meningkatkan kemampuan pelaku ekonomi kreatif kedepan dalam pengembangan ekonomi kreatif sesuai masing-masing daerah.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata (Ksdispar) Riau, Fahmizal Usman saat membuka sekaligus menjadi narasumber pada acara pembinaan tersebut, mengatakan kegiatan yang dilaksanakan Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Riau ini sebagai upaya memberikan memotivasi bagi para pelaku ekonomi kreatif di Provinsi Riau. Dimana kegiatan pembinaan yang diselenggarkan ini fokus pada pemanfaatan teknologi di bidang kriya yang memanfaatkan potensi lokal seperti rotan dan lainya.

"Sehingga memiliki kreasi dan nilai jual tersendiri, serta mendorong para pelaku ekonomi kreatif agar dapat menyerap konsep-konsep kekinian," katanya. 

Ia berharap, seluruh peserta yang ikut dalam pemabinaan tersebut, untuk dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik, sehingga dengan selesainya mengikuti kegiatan ini dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dalam beraktifitas kedepannya.

Sementara, menurit narasumber kegiatan,Wellie Annalia, menuturkan kegiatan pembinaan untuk Pelaku Ekonomi Kreatif ini sangat bagus diselenggarakan, dimana tujuannya adalah untuk melahirkan serta menumbuh kembangkan pelaku Ekonomi Kreatif  Riau yang tersebar di Kabupaten dan kota. 

"Kegiatan ini sangat bagus, nantinya produk para Pelaku Ekonomi Kreatif yang mengikuti kegiatan ini, secara kepariwisataan hasil produksinya bisa menjawab dan mengisi kebutuhan pos destinasi wisata Riau khususnya dan destinasi nasional secara umum," tutur Wellie Annalia. 

Secara garis besar Wellie Annalia memberikan 2 agenda yaitu soft skill dan managerial skill. Dari 2 Agenda tersebut ada 7 materi pokok yang disampaikan yaitu Motivasi usaha, Pengenalan potensi diri pelaku usaha, Pengembangan potensi diri pelaku usaha. 

Selanjutnya, Life cycle produk, Pengembangan produk Ekonomi Kreatif berbasis kearifan lokal dan berorientasi eksporf, Prinsip Entrepreneur, Manajemen Usaha (SDM, Pembukuan, Penasaran dan Produksi). 

Pada bidang ekonomi kreatif memiliki 16 sub sektor yaitu, aplikasi dan pengembangan permainan, arsitektur, desain Interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, dan film. 

Selanjutnya, animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan yang terakhir televisi dan radio. (cbc/dre/bbi)