Jalan Lintas Rusak, Tanggungjawab Siapa?


riaupotenza.com
JALAN RUSAK-Kondisi jalan lintas yang masih dalam konidisi rusak.

RENGAT (RPZ) - Ratusan truk tangki angkutan Crude Palm Oil (CPO) dari sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) menuju Pelabuhan Teluk Bagus, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dituding membuat bencana, yakni kerusakan jalan lintas. 
 
Selain membuat jalan rusak, truk-truk membawa CPO yang diekspor ke Singapura itu juga  menebarkan debu hingga ke pemukiman penduduk. Akibatnya, bisa mendatangkan berbagai penyakit seperti TBC, asma dan sesak nafas.
 
Kini kondisi badan jalan pun ikut menjadi sasaran kehancuran. Akibatnya, runtuhnya badan jalan di sepanjang aliran Sungai Indragiri, tepatnya di Desa Sei Beringin, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). 
 
“Setiap harinya ratusan truk tangki yang disebut milik PT Surya Kencana (SK) itu ditengarai meruntuhkan badan jalan yang menghubungkan Rengat-Tembilahan. Bahkan kini kondisinya sangat parah sekali,” keluh warga Desa sei Beringin, Said Sulaiman.  
 
ak cuma jalan tersebut, ratusan truk tangki yang diduga milik pengusaha bernama Johor Judin itu juga dituding memporak-porandakan badan jalan di sepanjang Jalan Aski Aris Rengat hingga menjadi berlubang besar dan sulit untuk dilalui. 
 
‘’Akibat hancur dan porak-porandanya badan jalan di pinggiran Sungai Indragiri Desa Sei Beringin dan di sepanjang jalan Aski Aris, tidak sedikit masyarakat pengguna jalan yang menjadi korban bahkan hingga meninggal dunia,’’ ungkapnya.
 
Parahnya, Sampai saat ini belum ada pihak yang bertanggung jawab, kondisi ini seperti ‘dibiarkan’ saja oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Inhu dan Dinas Perhubungan Riau seolah-olah tidak mempermasalahkan kehancuran badan jalan gara-gara dilalui ratusan truk angkutan CPO yang melebihi tonase hingga mencapai 35 ton-40 ton per truk tangki. 
 
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Inhu, Drs Erpandi, saat dikonfirmasi melalui Kabid Lalulintas Jalan dan Angkutan, Sarju mengakui bahwa kondisi badan jalan di sepanjang jalan Aski Aris dan di sepanjang aliran Sungai Indragiri, persisnya di kawasan Desa Sei Beringin, Desa Tambak, Didusun Lumu hingga Desa Kuala Cenaku, mengalami rusak berat dan kategori parah.
 
Menurut Sarju, kemampuan sumbu jalan yang hanya mampu menahan beban 8 ton (atau 15 ton berat  total beban). Kenyataannya dilalui oleh kendaraan truk tangki angkutan CPO hingga mencapai 30-40 ton per truk tangki. 
 
‘’Kondisi itulah yang membuat badan jalan menjadi runtuh ke sungai dan hancur di kawasan Aski Aris itu. Dalam Rapat Musrenbang Provinsi, kami sudah melaporkan hal ini kepada Dishub Provinsi Riau,terkait hancurnya badan jalan di Jalan Aski Aris dan sepanjang jalan menuju Kuala Cenaku. Bahkan disusul dengan laporan tertulis,’’ terang Sarju.
 
Laporan disampaikan karena status jalan yang dilalui ratusan truk tangki milik PT SK merupakan Jalan Provinsi, maka yang berkewenangan untuk menertibkan pengguna jalan itu adalah pihak Dishub Provinsi Riau. 
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Inhu, Ir Yelpidar mengatakan sudah berulang kali melaporkan kondisi jalan Aski Aris dan di sepanjang jalan menuju Kuala Cenaku yang kini kondisinya sangat memprihatinkan dan mulai sulit dilalui kepada Dinas PU Provinsi Riau, namun belum juga ada tanda-tanda untuk diperbaiki.kus