Syamsuar Siap Bangun Jambatan Penghubung 3 Kecamatan


riaupotenza.com

PELALAWAN (RPZ) -- Zukri, tokoh pemuda Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawan, begitu semangat menyampaikan aspirasi ketika calon Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi, melakukan kampanye dialogis di lapangan bola kaki daerah setempat. Hujan tak menjadi penghalang sehingga dia tetap berdiri tegab.

“Sebetulnya ratusan masyarakat dari Kecamatan Bunut, Kecamatan Telukmeranti, sudah bersiap-siap untuk datang menghadiri kampanye Pak Syamauar, namun karena hujan dan jalan rusak sehingga masyarakat dua kecamatan itu terhadang,” ucap Zukri, Senin (16/4/2018) siang menjelang petang.

Selain jalan menjadi penyebabnya terhadangnya ratusan masyarakat di dua kecamatan itu, kata Zukri, karena jambatan yang bisa menghubungkan tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pelalawan, Kecamatan Bunut, dan Kecamatan Meranti, sampai saat ini belum terealisasinya pembangunan jambatan yang sudah menjadi kontrak politik dengan Gubernur Riau sebelumnya.

“Janji dengan calon jadi sebelumnya hanya tinggal janji, karenanya kalau Pak Syamsuar jadi Gubernur Riau bisa membangun jambatan itu. Kalau ya, Insya Allah kami dari tiga kecamatan mendukung penuh dan siap memenangkan pasangan nomor urut 1,” ucap Zukri.

Jembatan itu, kata Ketua Parpol Karib Pelalawan, Habibie, jika dibangun dengan APBD Pelalawan rasanya cukup memberatkan, biayanya cukup lumayan sekitar Rp 50 miliar. “Jika jambatan itu terbangun, jelas yang sangat membantu 70 ribuan warga karena jambatan itu bisa menghuhungkan tiga kecamatan,” ungkap Habibie.

Menjawab keinginan warga ini, Syamsuar mengatakan, jika aspirasi itu masuk akal maka dia seboleh mungkin untuk mewujudkan keinginan itu, apalagi aspirasi ini benar-benar untuk kepentingan masyarakat, untuk kesejahteraan masyarakat. “Pembangunan jambatan ini masuk akal karenanya jika saya menjadi Gubernur Riau nantinya, Insya Allah kita bangun. Saya tidak mau berjanji yang tak masuk akal sebab nantinya tidak hanya bertanggung jawab kepada masyarakat namun juga kepada Allah ta’alla,” ungkap Syamsuar.

Sebelumnya, cerita Syamsuar, di suatu daerah ketika dia berkampanye dialogis ada warga menyampaikan aspirasi minta dibangun jambatannya yang bisa menghubungkan dua kabupaten. Namun karena permintaan itu tak masuk akal, Syamsuar langsung saja tidak menyanggupinya.

“Jambatan yang diminta warga itu, tak perlulah saya sebutkan warg mana, yang jelas jika 20 tahun pun saya jadi Gubernur Riau tidak akan terbangun jambatan itu karena memerlukan biaya yang cukup besar. Karena saya kasi solusi kapal Roro ditambah dengan kondisi yang lebih kayak,” ungkap Syamsuar. (alz/rpz)