Paha Kiri Korban Mengalami Luka Digigitan

Petani Karet Diserang Beruang Madu


riaupotenza.com
Korban Dasril dirawat di rumah sakit.

ROHUL (RPZ) - Seorang petani karet di Dusun V Lubuk Ulat, Desa Cipang Kiri Hulu, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bernama Dasril (50) terbaring lemah di RS Awal Bros, Ujungbatu.

Dia mendapatkan penanganan medis di RS Awal Bros pasca tragedi dirinya diserang oleh dua ekor beruang. Akibat tragedi itu, paha bagian kirinya mengalami luka bekas gigitan hewan buas itu.

Petani di Desa Cipang Kiri Hulu yang belakangan diketahui diserang dua ekor beruang madu, ketika tengah dalam perjalanan untuk menakik atau menyadap getah karet di kebunnya pada Ahad pagi (15/4).

Korban Dasril hingga kini masih terbaring lemah di RS Awal Bros Ujungbatu. Dia belum bisa ) dimintai keterangan, karena masih trauma pasca diserang dua beruang madu itu.

Menurut anak korban bernama Rio Andri, mengatakan ayahnya diserang 2 ekor beruang saat sedang akan pergi menyadap getah karet di kebun pada Ahad tadi sekitar pukul 06.30 WIB pagi.

Rio mengungkapkan, sesuai penuturan ayahnya, pada Ahad pagi, ayahnya seperti biasa pergi ke kebun dengan berjalan kaki untuk menyadap getah karet.

Namun di tengah perjalanan, ungkap Rio, belum sampai ke kebun karet yang dimaksud,  tempat dimana ayahnya menyadap getah karet, tiba-tiba terdengar suara auman seperti suara beruang.

Ternyata benar, tidak jauh dari korban Dasril, ada 2 ekor beruang berwarna hitam diperkirakan setinggi 1,5 meter, yang diduga jenis beruang madu, dan tiba-tiba saja menyerang korban.

Rio menjelaskan, sempat terjadi pertarungan antara ayahnya hewan buas itu. Beruang pertama berhasil dihalau setelah ayahnya melayangkan parang yang dibawanya ke bagian punggungnya, karena kesakitan, beruang tersebut lari.

Namun di saat bersamaan, datang beruang kedua dan langsung menyerang dan menggigit bagian paha sebelah kiri ayahnya hingga mengalami luka serius.

“Usai menyerang dan melukai paha ayah saya, kedua ekor beruang tersebut langsung pergi,” ungkap Rio di sela-sela menunggu ayahnya di RS Awal Bros Ujungbatu, Senin pagi.

Rio mengakui meski ayahnya mengalami luka parah di bagian pahanya, namun ayahnya masih sanggup pulang dengan berjalan kaki sekira 1 kilometer, dan memakai tongkat.

Setibanya di perkampungan, korban Dasril meminta tolong ke warga sekitar dan dibawa ke rumahnya. Tidak lama kemudian, korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros Ujung Batu, untuk mendapatkan penanganan medis.

Akibat diserang, ungkap Rio, ayahnya mengalami luka di paha bagian kiri korban terkena gigitan seekor beruang.

Atas kejadian tersebut, Rio, selaku korban Dasril meminta Pemkab Rohul dan BKSDA Riau secepatnya melakukan perburuan terhadap 2 ekor beruang tersebut.

Menurutnya, bila 2 ekor beruang tersebut dibiarkan, dikhawatirkan mengancam keselamatan warga lain yang sebagian besar merupakan petani karet dan petani sawit, dimana setiap hari mereka harus pergi ke kebun.

“Ayah saya saat ini sudah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Awal Bros (Ujung Batu). Hasil pemeriksaan dokter, katanya harus dioperasi, karena ada empat bekas luka gigitan beruang itu,” jelas Rio.

Terpisah, Humas RS Awal Bros Ujungbatu Syahrul membenarkan adanya salah seorang pasien dari Kecamatan Rokan IV Koto menjalani pengobatan akibat luka gigitan oleh binatang buas.

“Benar, korban sudah ditangani tim dokter bedah untuk lakukan operasi kecil memberaihkan luka bekas gigitan hewan buas itu. Saat ini yang bersangkutan dalam masa pemulihan,” sebut Syahrul. (rpz/rpg)