Ngelem, 3 Pemuda Ditangkap


riaupotenza.com
Tiga pemuda menjalani serangkaian sanksi dari Satpol PP dan Damkar Pelalawan setelah tertangkap ngefly lem cap kambing di belakang ruko Jalan Akasia Pangkalan Kerinci. 

PANGKALANKERINCI-Tiga pemuda inisial ASI (26), RJI (19) dan  RMD (18) tak berkutik saat digiring ke Mako Satpol PP dan Damkar Pelalawan di Kompleks Perkantoran Bhakti Praja. Betapa tidak, ketiga pemuda ini dipastikan digulung saat sedang asyik menikmati aroma lem cap kambing. Ketiganya sedang ‘fly’ lem. Penikmat lem ini diringkus di belakang ruko ruko depan SDN 006 Jalan Akasia Pangkalan Kerinci.

     ‘’Ya, tadi malam kita amankan 3 pemuda yang sedang ngly lem cap kambing belakang ruko. Kita bawa ke Mako,’’jelas Kasat Pol PP dan Damkar Pelalawan H Abu Bakar Fisda Eli,S.Sos,M.Ap melalui Kasi Penertiban Sofyan,SH,MH, Ahad (15/4).

    Disebutkan Sofyan, ditangkapnya para penikmat lem perusak ini berawal dari keluhan warga setempat. Hampir tiap malam ada perkumpulan sejumlah pemuda di belakang ruko.

     ‘’Warga yang merasa gerah dengan kegiatan para pemuda ini lalu melapor ke Satpol PP dan Damkar. Langsung kita tindak lanjuti dan bergerak ke TKP. Ya, betul mereka sedang ngfly,’’terangnya lagi sambil menyebutkan ditangkapnya pemuda ngelem ini sekitar pukul 23.00 WIB.

     Sejumlah barang bukti berupa lem cap kambing yang sudah dimasukkan ke dalam plastic bening lanjut beserta pemuda langsung digiring ke Mako Satpol PP dan Damkar.

    ‘’Mereka diberikan pembinaan oleh petugas berupa push up,  maraton, hormat bendera,  menyanyikan lagu agar mereka cepat pulih juga siuman dari mabuknya dan kemudian didata dan juga menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi kembali perbuatan itu lagi,’’ujar Sofyan membeberkan serangkaian sanki terhadap para pelaku.

Disebutkannya, karena ketiga pemuda tersebut baru pertama kali terjaring dalam penertiban setelah diproses sesuai dengan ketentuan mereka diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing.
    ‘’Tetapi jika masih kedapatan lagi maka akan kita berikan sanksi yang lebih tegas bahkan diserahkan ke BNK Kabupaten Pelalawan,’ancam Sofyan mengakhiri.amr