Budi, Karyawan PT NSP Yang Diterkam Buaya Murni Musibah


riaupotenza.com
Ilustrasi

SELATPANJANG(RPZ)-PT National Sago Prima (NSP) tidak membantah jika korban yang diterkam buaya di Desa Kepau Baru, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Meranti, adalah karyawannya. 

Selain itu pihak perusahaan juga membenarkan jika kejadian tersebut belangsung saat jam kerja, Sabtu (14/4/18) pagi kemarin.

Prihal itu dibenarkan oleh Humas PT NSP Kepulauan Meranti, Setio Budi Utomo kepada Pekanbaru Pos, Minggu (15/4/18) siang melalui panggilan telphone genggam. 

"Iya korban itu karyawan kami, PT NSP. Korban diterkam buaya saat melansir tual sagu masuk kedalam pabrik pengolahan yang ada di Desa Kepau Baru, Meranti," ungkapnya. 

Disamping itu Budi membantah keras jika kecelakaan kerja itu terjadi di wilayah konsesi. 

"Tidak bang, kecelakaan itu terjadi bukan diwilayah konsesi, melainkan di pesisir pantai yang tidak jauh dari areal pabrik. Saat itu korban mau melansir tual sagu ke darat dan langsung diterkam buaya," ungkapnya.

Ditanya sejauh mana safety first yang diteapkan PT NSP kepada seluruh karyawan, Budi tidak mau berkomentar banyak.

"Kalau itu saya belum bisa komentar. Menurut saya itu murni musibah yang tidak bisa dihindari, " ujar Budi. 

Menanggapi desakan DPRD yang meminta pihak perusahaan bertanggung jawab atas kesejahteraan keluarga korban, Budi mengaku akan berupaya keras menjamin itu semua. 

Menurut Budi saat ini Tim Human Resource Departement (HRD) PT NSP dari jakarta sedang dalam perjalanan menuju ke Meranti. Agendanya untuk menyerahkan bantuan yang dimaksud.

"Tim HRD PT NSP dari jakarta telah bertolak ke Meranti untuk menyerahkan bantuan kepada keluarga korban. Untuk tindaklanjut seterusnya kita lihat saja nanti, karna saya masih di Pekanbaru ada agenda keluarga," ungkap Budi.  

Sperti diberitakan seberlumnya, Korban terakhir diketahui bernama Hongkiat, Warga Desa Kepau Baru, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti itu tewas setelah diterkam seekor buaya tepat dilokasi operasional PT NSP. 

 

Penulis : Wira Saputra