Cari Keadilan Terkait Kasus Narkoba di Polsek Mandau

Keluarga Tersangka Kasus Narkoba Datangi Propam Polda Riau


riaupotenza.com
Ibu Farida saat didampingi Elida Netti SH MH, praktisi hukum Kota Duri. (win)

DURI (RPZ) -- Merasa hukum sudah tak adil terhadap anaknya yang sakit jasmani dan rohani, tapi tetap ditahan bahkan dipindahkan tanpa pemberitahuan dari sel tahanan Polsek Mandau ke Bengkalis. Farida, ibunda Jefri Andi, tersangka kasus Narkoba di Jalan Pelita Duri, Kecamatan Mandau mendatangi Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Daerah Riau di Pekanbaru, Kamis (12/4). 

Didampingi anak dan cucu, janda tua yang mulai renta ini berharap ada keadilan untuk anaknya yang menderita geger otak pasca tabrakan yang membuat anaknya kritis selama lebih sebulan.

"Ibu datang untuk minta keadilan. Tolonglah anak ibu. Bebaskan dia, pak polisi. Dia sakit. Entah bagaimana nasibnya kini. Dia dipindahkan, tapi ibu tak tahu," ratap ibu enam anak itu dihadapan piket Propam Polda Riau.

Kehadiran ibu tua bersama dua putri dan cucunya ke Propam ini, tak terlepas dari jasa anak angkatnya Hendri yang mempertemukannya dengan advokat Elidanetti SH MH. Atas bantuan orang-orang yang peduli dengan penderitaan ibu inilah, dia bisa berangkat dan mengadu ke Propam Polda Riau.

"Ibu tak tahu apa-apa (tentang hukum, red). Untuk ke sini pun (Propam, red) ibu diantar anak ibu . Ibu hanya ingin Jeff dibebaskan. Dia sakit. Jangan biarkan ditahan. Ibu khawatir dia tak sanggup," ungkapnya.

Dikatakan ibu malang ini, keluargnya tak punya apa-apa untuk meminta keadilan ini. Mereka hanya berbekal bukti-bukti, berupa surat keterangan kritis 1 bulan, rekam medik, rontgen kepala retak sebelah dan dipasangi pen untuk menjelaskan Jefri betul-betul sakit.

"Kami tak punya apa-apa. Tapi masih banyak orang-orang baik yang bantu ibu. Mudah-mudahan anak ibu dibebaskan," harapnya. Ia juga menjelaskan, anaknya sangat ketakutan apabila ada hujan ysng disertai petir. Ketakutan itu disebabkan oleh karena adanya pen yang tertanam di kepala maupun di kaki anaknya itu.

Sementara itu, Advokat Elidanetti SH MH, yang mendampingi Ibu Farida kepada wartawan, Jumat (14/4)) mengatakan, ia bersama  kliennya mencari keadilan dan persamaan hak dimata Hukum. Karena dari 5 tersangka yang ditangkap, hanya 1 yang diajukan rehabilitasi. Sementara  yang benar-benar membutuhkan dalam kondisi sakit malah dizalimi dan dipindahkan ke Bengkalis dengan alasan sel tahanan Mapolsek Mandau over kapasitas.

"Kita laporkan kasus ini ke Propam agar ada keadilan. Agar terlihat kejanggalan kasus Narkoba di Polsek Mandau ini. Bagaimana tidak, yang jelas-jelas sehat diajukan rehab oleh penyidiknya dengan alasan tak terlibat. Sementara yang sakit diabaikan.Ada apa ini? Mudah-mudahan ketidakadilan ini bisa diungkap," jelas Elida Netti praktisi hukum di Kota Duri, yang juga tergabung dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) di Jakarta itu.

Dikatakannya, pihak Propam Polda Riau menerima Ibu Farida dan pihaknya dengan baik. Laporan terkait kasus itu pun sudah disampaikan ke Propam dan Kapolda. "Alhamdulillah, pengaduan kita diterima. Kita diarahkan melengkapi berkas dan setelah lengkap langsung didampingi penyerahan berkas ke Kapolda Riau dan Kabid Propam," pungkas Elidanetti.   (win)