Disbun Riau Monitoring Evaluasi PSR di Bagan Sinembah


riaupotenza.com
Kabid Disbun Riau, Vera Virgianti, Kabid Perkebunan Rohil Ibnu Hajar, Apkasindo Tomi, KUD Subur Makmur Tumin, Pendamping, kontraktor dan konsultan saat meninjau lokasi replanting.

BAGANBATU (RPZ) - Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultural Perkebunan Provinsi Riau melakukan monitoring evaluasi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Riau di Kecamatan Bagan Sinembah, Kamis (12/4).

Vera Virgianti, selaku Kepala Bidang Perkebunan Provinsi Riau mengungkapkan, dirinya sangat mengapresiasi terhadap pelaksanaan replanting tahap pertama yang dilakukan masyarakat Rokan Hilir yang ada di Kecamatan Bagan Sinembah, tepatnya di KUD Subur Makmur Kepenghuluan Suka Maju.

“ ohil ini yang pertama kali melakukan peremajaan kelapa sawit,” kata Vera usai meninjau lokasi replanting kelapa sawit di Kepenghuluan Suka Maju kecamatan Bagan Sinembah.

Disampaikannya, bahwa monitoring ini adalah untuk melihat secara langsung sejauh mana persiapan baik secara administrasi maupun progres di lapangan.

“Administrasi dan progres di lapangan sudah bagus, hanya ada sedikit masalah terkait administrasi, namun kita tetap memberikan arahan dan pengawalan. Semuanya sudah cukup bagus,” ungkap Vera.

Vera menjelaskan, peremajaan kelapa sawit yang dilakukan di Provinsi Riau terdapat di 5 kabupaten, 7 KUD dengan total luas 3.591 hektar dengan jumlah petani sebanyak 1.441 KK. 

“Dari 3.591 hektar yang tersebar di 5 kabupaten itu, yakni di Kabupaten Rohul 2.322 hektar, Kabupaten Rohil 328 hektar, Kabupaten Kampar 278 hektar, Kabupaten Pelalawan 552 dan Kabupaten Siak 111 hektar,” terang Vera kembali.

Disebutkanya dana hibah peremajaan kelapa sawit pemerintah pusat melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) tahap pertama dengan luas 3.591 hektar tersebut berjumlah Rp89.850.000. “Untuk Rohil dana hibah yang dialurkan BPDP-KS berkisar Rp8 milyar,” katanya.

Diakui Vera, sebenarnya sesuai yang diajukan oleh Gubernur Riau untuk replanting atau peremajaan kelapa sawit tahap pertama ini lebih dari 9 ribu hektar. Akan tetapi karena banyak kendala di lapangan maka yang terealisasi hanya 3.591 hektar.

“Kita berharap peremajaan kelapa sawit tahap kedua nanti bisa terealisasi keseluruhan,” pungkas Vera.PSW