Memprihatinkan, SMAN 2 Bangko Rusak Berat

Plt Bupati: Saya Bawa Langsung Permohonan ke Provinsi


riaupotenza.com
Plt Bupati Rohil, Drs H Jamiludin berbincang dengan Korwilcam Pendidikan Bangko, Fadlun SPd dan majelis guru SMAN 2 Bangko.

BAGANSIAPIAPI (RPZ) - Terlihat dari kejauhan, gedung SMAN 2 Bangko yang terletak di Kelurahan Bagan Hulu tampak seperti gedung tua. Bangunan semi permanen itu miring, bagian lantai, dinding hingga atap usang. Sangat memprihatinkan, seluruh gedung sekolah menengah atas ini sejak lama mengalami rusak berat.

Di sana, ratusan siswa ditempa menimba ilmu. Bahkan sejak 1984 silam, sudah puluhan ribu alumni dilahirkan. Mungkin sudah ada jadi Bupati, Camat, Lurah atau bahkan TNI dan Polri. Semangat para tenaga pendidik dalam mencetak generasi andal, terlihat terus menggebu, meski kondisi sekolah jauh dari kata layak.

Sekitar pukul 12:45 WIB, Selasa (10/4) mobil plat merah BM 2 P meluncur ke SMAN 2 Bangko. Dalam rangka meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang tengah berlangsung. Tak banyak ikut rombongan, hanya Kadis Pol PP dan sejumlah protokoler saja yang ikut, begitu pula riaupotenza.com yang sekalian mengambil liputan.

Lokasinya memang cukup terhimpit di sudut kota Bagansiapiapi. Namun nyaman dan tenang untuk sebuah sekolah yang bergelut untuk menetaskan generasi bangsa.

Plt Bupati Rohil, dengan seragam coklat dan peci hitam bergegas menaiki anak tangga gedung panggung reot itu. Dikatakannya, SMAN 2 Bangko ini adalah sekolah tertua dan lama di Kecamatan Bangko, yaitu dibangun sejak tahun 1984.

Malah, cerita Jamiludin, dahulu sekolah itu belum ada akses jalannya. Diakuinya, tak tersentuhnya pembangunan di sekolah itu, sangat syarat dengan kepentingan politis. “Dulu belum ada tembus jalan, saat itu tak terlepas dari nuansa politis,” kata Jamiludin, usai mengelilingi tiap bangunan sekolah itu.

Jamiludin mengaku, bahwa tahun ini kebetulan SMA sederajat sudah menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Namun dirinya tidak putus semangat untuk memberikan bagaimana sekolah itu dibangun. “Nanti akan ‘jemput bola’ ke provinsi. Saya akan bawa langsung permohonan ke provinsi. Jika kita langsung yang membawa dengan ibu kepala sekolah langsung yang membawa sangat berbeda,” sebutnya.

Menurut Plt Bupati, upaya pihak sekolah yang sudah bertungkus lumus mengajar dan mengusulkan pembangunan, sudah sangat lelah. Kendati, melalui tangan dinginnya, semoga ada kemudahan untuk 2019 bisa direalisasikan pembangunan sekolah itu. “Pasti ada kemudahan dalam menyampaikan persoalan yang dihadapi oleh SMAN 2 Bangko ini. Harapan kita semoga diberikan kemudahan, minimal tahun 2019 sudah bisa direalisasikan pembangunannya,” ucapnya menyikapi.

Pasalnya, diakui Kepala SMAN 2 Bangko Dra Hayati Tatoe MM, dari 22 ruangan belajar, hanya ruangan saja yang bagus dan layak ditempati. Dan 17 unit lagi dalam keadaan rusak berat. Malahan, pihaknya sudah mengirim proposal. Dan anehnya, kata Hayati, dalam proposal dianjurkan dengan bahasanya rusak ringan, padahal kenyataannya rusak berat bahkan hampir rubuh.

“Kalau proposal sudah muak. Sudah setinggi tiang bendera tumpukannya kalau disusun. Jadi kepada siapa kami mau mengadu lagi kalau bukan sama pak bupati. Yang bagus itu cuma lima lokal,” keluhnya serius.Iin