10 Kios dan 2 Rumah di Pasar Bintang Terbakar

Kebakaran Diduga Dilakukan Anak Pemilik Kios


riaupotenza.com
Warga melihat puing-puing bekas kekabaran di Pasar Bintang.

BAGANSIAPIAPI - Sebanyak 10 pedagang Pasar Bintang Bagansiapiapi dan 2 rumah sewa milik warga habis terbakar. Kebakaran tersebut diduga sengaja dilakukan oleh anak pemilik ruko nomor tiga yang mengalami gangguan jiwa. Karena sebelumnya si pemilik kios tersebut merupakan warga pindahan dari Karya Angel yang sebelumnya juga terbakar dan diduga dilakukan anaknya. 

“Pertama saya dengar teriakan, api... api. Saya lihat dan suami lihat keluar, ada api yang membakar dinding kios yang nomor 3 dari jalan, pintunya terbuka dan anak si Opung (pemilik kios, red) berdiri di depan sambil tertawa melihat rumah mamaknya terbakar. Saya langsung masuk lagi ke dalam dan menggendong anak saya yang bungsu keluar rumah dan saya lihat diluar sudah terbakar,” sebut Ana (40) salah satu penghuni kios yang terbakar.

Pedagang makanan di Pasar Pagi Jalan Bintang ini mengatakan, api cepat sekali membakar kios-kios yang berada di tepi jalan tersebut. “Hanya lebih kurang 15 menit saja semua sudah habis terbakar semuanya. Warga sudah bantu menyiram pakai air yang ada tapi api cepat sekali membakar kios sama rumah sewa yang dua pintu itu. Kebetulan kios yang ada penunggunya cuma tiga selebihnya gudang, sementara rumah sewa memang sedang kosong, belum ada yang menunggu,” terangnya.

Fajar (30) suami Ana juga mengatakan hal yang sama. Pada saat kejadian tepatnya sekitar pukul 01.20 WIB, api tiba-tiba pertama kali terlihat dari kios nomor 3 yang kebetulan hanya ditunggu si anak yang mengalami gangguan jiwa. 

“Orang tuanya lagi tidur di rumah anaknya yang lain. Untungnya saat itu ada pemilik ruko yang belum tidur, dia masih teleponan sama pacarnya, pas dia lihat diluar terang dia keluar dan lihat apakah, langsung dia teriak api beberapa kali akhirnya yang lain keluar. Diapun langsung masuk ke dalam lagi membangunkan temannya yang sudah tidur. Saat itu saya langsung mengambil ember untuk menyiram tapi api cepat sekali membakar kios yang lain,” katanya. 

Sempat terdengar tiga kali ledakan besar karena didalam kios-kios tersebut ada tabung gas. “Pemadam kebakaran datang satu unit setengah jam kemudian, udah habis kios kami baru datang. Itupun cuma sebentar, airnya habis dan mereka pergi lagi untuk mengisi air. Kemudian datang lagi satu unit, totalnya dua unit mobil pemadam, itupun lima kali mereka harus isi air,” paparnya. 

Semua surat penting ikut terbakar, termasuk buku nikah dasar bersama sang isteri. “Dimanalah nak kami urus ni mbak? Mudah-mudah ada jalan keluarnya,” harapnya.ian