Inhu, Kabupaten Pertama Terapkan Listrik Prabayar


riaupotenza.com
FOTO BERSAMA-GM PLN Wilayah Riau dan Kepri Irwansyah Putra foto bersama Manajer Bidang Niaga, Manajer PLN Area Rengat Joy Mart, Manajer Rayon Rengat Kota Yulfendri.

RENGAT (RPZ) - Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menjadi kabupaten pertama di Provinsi Riau yang menerapkan program listrik prabayar. Bertempat di Kantor PLN Rengat Kota, digelarlah acara peresmian rayon listrik prabayar Rengat Kota dan pemberian piagam penghargaan kepada Camat Rengat, Rengat Barat dan Seberida yang telah menjadi Kecamatan Listrik Prabayar tahun 2018, Selasa (10/4). 
 
Dengan dilakukan pemasangan Migrasi Prabayar pelanggan ke-16.797 di rumah Benni Azmana selaku pelanggan Rayon Rengat Kota, maka PLN Rayon Rengat telah menjadi Rayon listrik prabayar. 
 
Pemasangan Migrasi Prabayar itu disaksikan langsung oleh General Manager PLN Wilayah Riau dan Kepri, Irwansyah Putra, Manajer Bidang Niaga, Manajer PLN Area Rengat, Joy Mart, Manajer Rayon Rengat Kota, Yulfendri, pimpinan Kecamatan Rengat dan Rengat Barat serta masyarakat sekitar.
 
‘’Program yang dilaunching pada tanggal 17 Mei 2017  tersebut telah berhasil dilaksanakan berkat dukungan dari seluruh pihak, terutama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hulu (Inhu) dan seluruh kecamatan se-Kabupaten Inhu,’’ ujar Manager PLN Rayon Rengat, Yulfendri. 
 
Dijelaskan Yulfendri, selama pelaksanaan program migrasi prabayar, pelanggan yang telah berhasil dimigrasikan di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 27.297 pelanggan dan secara total untuk PLN Area Rengat sebanyak 58.822 pelanggan yang mencakup tiga kabupaten, yaitu Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan Kuantan Singingi.
 
Sebelumnya PLN Rayon Air Molek telah berhasil  memigrasikan sebanyak 10.500 pelanggan yang ditandai dengan acara peresmian rayon listrik prabayar PLN Rayon Air Molek pada tanggal 31 Desember 2017 lalu dan pada tanggal 10 April 2018 PLN Rayon Rengat Kota mengadakan acara peresmian rayon listrik prabayar atas keberhasilan memigrasikan 16.797 pelanggan. 
 
‘’Apa yang diharapkan oleh PLN Area Rengat dan Pemkab Indragiri Hulu berhasil dicapai. Dimana Pemkab Inhil menargetkan 100 persen migrasi listrik prabayar. Melalui program migrasi 100 persen Listrik Prabayar ini, akan memberi nilai positif bagi seluruh pelanggan, pemerintah daerah dan PLN,” sebut Yulfendri. 
 
Dijabarkannya, keuntungan bagi pelanggan yaitu pemakaian Listrik lebih efisien, pelanggan dapat mengendalikan pemakaiannya, menjaga privasi Pelanggan, tidak dikenakan biaya beban ataupun keterlambatan dan sangat mudah dalam pembelian token/pulsa listrik serta dapat mendeteksi jika ada instalasi atau penggunaan energi listrik yang tidak sesuai.
 
“Keuntungan bagi Pemerintah daerah yaitu dapat mempercepat penerimaan PAD melalui penerimaan Pajak penerangan jalan dengan sudah beralihnya ke Listrik Prabayar maka secara otomatis PPJ akan masuk ke Pemerintah Daerah. Adapun keuntungan bagi PLN sendiri yaitu dapat memberikan peningkatan pelayanan karena Listrik Prabayar merupakan produk unggul PLN saat ini serta mempercepat penerimaan pendapatan dari penjualan energi listrik yang nantinya dapat digunakan untuk peningkatan pembangunan kelistrikan di daerah,” sebut Yulfendri lagi. 
 
Sementara itu, Manager PT PLN (Persero) Area Rengat, Joy Mart S Sihaloho dalam kata sambutannya menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pemkab Indragiri Hulu, DPRD Indragiri Hulu dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Indrigiri Hulu serta masyarakat yang telah mendukung Program Listrik Prabayar 100 persen PLN Area Rengat. 
 
“Dengan telah berhasilnya PLN Rengat Kota menjadi Rayon listrik prabayar, maka Kabupaten Indragiri Hulu telah berhasil menjadi kabupaten dengan listrik prabayar pertama di Provinsi Riau,” terang Joy.
 
Sementara itu, M Irwansyah Putra selaku General Manager PLN Wilayah Riau dan Kepri menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemkab Indragiri Hulu atas dukungan yang telah diberikan. Sehingga pelaksanaan migrasi prabayar berjalan lancar.*