Pengantin Tewas Tergantung di Rumah Kosong

Diduga Tak Bisa Ucapkan Ijab Kabul


riaupotenza.com
GANTUNG DIRI - Pengantin pria, Sido ditemukan tewas gantung diri di rumah kosong, tak jauh dari Musala Al-Muhajirin.

KUANSING (RPZ) - Jamaah Musala Al-Muhajirin mendadak merasa kehilangan pengantin pria yang akan melakukan ijab kabul. Sebelumnya, Sido yang akan mengucapkan ijab kabul menyampaikan permisi ingin buang air kecil di hadapan jamaah.

Namun, saat para jamaah selesai salat, pria 39 tahun itu tak kunjung kembali. Bahkan beberapa rekan korban langsung ikut melakukan pencarian di sekitar Musala Al-Muhajirin Perumahan Divisi 4, PT cerenti Subur I Desa Rawang Ogung, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kuansing.

Beberapa menit dicari, akhirnya upaya pencarian membuahkan hasil. Pada sekitar pukul 19.45 WIB, dua temannya yakni Zulkarnain (30) dan Yarles (25) mendapatkan korban dalam posisi leher tergantung di pintu rumah kosong di kawasan Divisi 4, Desa Rawang Ogung, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kuansing.

Saat melihat tubuh korban masih ada gerakan, kedua saksi langsung mengevakuasi korban. Untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban.

‘’Namun sayang saksi yang menolong tidak membuahkan hasil, nyawa korban tidak tertolong,’’ kata Kapolres Kuansing, AKBP Fibri Karpiananto SH SIK, Selasa (10/4) siang.

Lanjut Fibri, setelah dipastikan nyawa korban tidak tertolong. Selanjutnya korban dibawa ke salah satu rumah warga Perumahan Divisi 4 PT Cerenti Subur I, Desa Rawang Ogung, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kabupaten Kuansing. 

‘’Setelah anggota meminta dilakukan visum dan autopsi, pihak keluarga menyatakan bahwa kejadian tersebut ikhlas menerima kejadian tersebut dan tidak akan diproses secara hukum dan tidak bersedia dilakukan otopsi terhadap korban,’’ kata Fibri.

Lebih jauh, sambung Fibri, bahwa dari keterangan sejumlah saksi di tempat kejadian perkara (TKP) dinyatakan, bahwa dugaan korban memutuskan gantung diri sebelumnya Sido tidak kunjung bisa melafazkan ijab kabul di rumah calon istrinya.

‘’Karena tidak kunjung bisa, rencananya ijab kabul akan diulangi di musalla tersebut,’’ jelas Fibri.

Sambung Fibri, dari cerita para saksi, awalnya ijab kabul dilakukan sore hari di rumah calok istri korban. Namun, karena beberapa kali dicoba akhirnya diputuskan ijab kabul dilakukan di Musala di sekitar perumahan tempat tinggal korban.

‘’Kuat dugaan itulah penyebabnya korban memutuskan mengakhiri hidupnya,’’ pungkasnya. pm/rpg