Tukang Urut Gorok Leher Pelanggan

“Bayarnya Tak Sesuai Kesepakatan Pak”


riaupotenza.com
ekspos tersangka - Kapolsek Sukajadi AKP Zulfa Renaldo didampingi Kanit Reskrim Iptu Raja Handayani, Selasa (10/4) mengekspos tersangka tukang urut berinisial HD (27) yang nekat menggorok leher korbannya.

PEKANBARU (RPZ) - Mengenakan baju tahanan orange dan kepala dipasangi sebo, HD digiring anggota Polsek Sukajadi, Selasa (10/4) siang. Pria 27 tahun ini merupakan tersangka percobaan pembunuhan.

HD hanya tertunduk di hadapan awak media saat diekspos di Mapolsek Sukajadi. Warga Pesisir Selatan, Sumatera Barat itu mengakui perbuatannya. Ia nekat berbuat karena sakit hati kepada korban RP yang tak lain adalah pelanggannya sebagai tukang urut.

Sakit hati HD ternyata dipicu masalah pembayaran. Pasalnya korban tidak membayar jasa urutnya sesuai dengan kesepakatan awal.

Perjanjiannya, aku HD, jasa urutnya yaitu sebesar Rp150 ribu. “Tetapi disaat aku sudah urut dia, dia hanya bayar kepadaku Rp80 ribu. Tentu aku kesal dan ditambah dia juga telah lakukan pelecehan kepada saya. Pada malam itu kami sempat melakukan pertengkaran mulut,’’ ujar HD. 

Rasa sakit hati sudah tak terbendung membuat HD galap mata. Malam itu, Selasa (20/3) lalu, HD mengambil pisau dan menghujamnya ke leher korban hingga beberapa kali.

‘’Memang spontan saja aku malam itu ingin menghabisi dia. Tapi saat ini aku menyesal, karena rasa sakit hati dan perbuatanku akhirnya aku harus jauh dari keluarga,’’ ujarnya.

Kapolsek Sukajadi AKP Zulfa Renaldo didampingi Kanit Reskrim Iptu Raja Handayani menyebutkan, HD telah melakukan percobaan pembunuhan dengan kekerasan kepada RP (29) warga Jalan Amal RT 05, RW 02 Kampung Melayu, Sukajadi, Pekanbaru.

Usai melakukan perbuatannya, HD sempat melarikan diri ke daerah Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi-saksi, akhirnya keberadaan HD diketahui.

Tim Opsnal Reskrim Polsek Sukajadi berhasil menangkap HD di Jalan Lintas Padang-Bengkulu. Kamis (5/4) itu, ia hendak mengambil uang di ATM.

Dari HD, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu botol minyak urut, tas sandang korban, satu unit handphone merek Oppo dan kasur. 

Kasus bermula ketika korban RP hendak menggunakan jasa urut yang disediakan HD pada Selasa (20/3), korban menghubungi HD melalui media sosial WhatsApp pada pukul 20.00 WIB dengan harga yang telah disepakati.

Setelah melakukan pekerjaan nya HD mendapatkan bayaran yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal yaitu sebesar Rp150ribu. korban hanya membayar Rp80ribu, merasa sakit hati dibayar dengan uang 80ribu. 

Pertengkaran mulutpun terjadi dan sempat dilecehkan akhir nya HD sakit hati, dengan spontan  HD yang merasa sakit hati akhirnya mengambil pisau untuk menggorok leher korban.

Korban sempat melakukan perlawanan dengan menangkis dengan tangan, tetapi HD terus menghujani leher korban dengan pisau. Merasa korban sudah meninggal akhirnya HD melarikan diri.

Dengan keadaan sudah bersimbah darah korban dapat ditolong warga dan dilarikan ke rumah sakit.pm/rpg