UNBK Setiap Murid Dibebankan Rp 960 Ribu, Wabup Meranti Bilang Itu Konsekuensi


riaupotenza.com
Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Drs H Said Hasyim dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti, H Rosdaner memantau pelaksanaan UNBK di SMA N 1 Tebingtinggi.

SELATPANJANG(RPZ)-Memanggapi puluhan siswa SMA N 2 yang dibebankan biaya Rp 960 ribu per-siswa agar dapat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Drs H Said Hasyim menyatakan jika itu adalah konsekuensi. 

Menurutnya, dalam rangka mensukseskan UNBK itu, memang dinas terkait meminta para siswa yang berada di daerah terisolir, dan tidak memiliki falisitas UMBK, agar dapat menumpang di sekolah pelaksana UNBK.

"Dan itu Konsekwensinya, para siswa harus mengeluarkan dana ekstra untuk transportasi, penginapan dan makan. Meski diakui oleh beberapa wali murid cukup memberatkan," ungkapnya saat mengunjungi pelaksaan UNBK di sejumlah sekolah, Selasa (10/4/18) siang.

Namun Wakil Bupati H. Said Hasyim menegaskan hal itu terpaksa dilakukan dalam rangka menyukseskan program nasional UNBK.

"Jika tidak kita laksanakan maka kita akan terus tertinggal. Ini diwajibkan oleh pemerintah pusat, disamping pemetaan kualitas pendidikan juga untuk mengukur sejauh mana keberhasilan, serta ketersediaan fasilitas yang dimiliki oleh sekolah sekolah di Indonesia," ujar Wakil Bupati.

Namun begitu, ia berharap kedepan hal itu tidak terjadi lagi, Pemda Meranti akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidian Provinsi Riau untuk mengadakan fasilitas pendukung UNBK, pemerintah Provinsi Riau

Itu juga dinilai sejalan dengan peraturan pengelolaan pendidikan tingkat SMA sederajat sejak beberapa tahun lalu telah menjadi kewenangan dari Pemerintah Provinsi.

Penulis : Wira Saputra