UNBK Ikuti Intruksi Pemprov, Siswa Meranti Dikenakan Biaya Rp 960 Ribu


riaupotenza.com
Ilustraai/Jpnn

SELATPANJANG(RPZ)-Dari jumlah 47, baru 31 Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Kabupaten Kepulauan Meranti yang mampu mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Sedangkan sisanya terdapat 16 SMA yang masih melaksanakan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP). 

Sementara itu, dari 31 jumlah SMA sederajat yang mengikuti UNBK, hanya terdapat 12 SMA saja yang ditunjuk sebagai pelaksana UNBK. 

Terbentur belum memiliki fasilitas pendukung seperti labor komputer, dan fasilitas penujang lainnya, 31 siswa SMA N 2 Tebingtinggi Timur terpaksa dikenakan biaya sebesar Rp 960 ribu per-orang, agar dapat mengikuti UNBK. 

"Iya benar, biaya itu kita bebankan kepada setiap siswa sebesar Rp 950 ribu untuk memenuhi seluruh kebutuhan dalam mengikuti simulasi serta pasca UNBK di Selatpanjang," ungkap Kepala Sekolah SMA N 2 Tebingtinggi Timur, H Darmawan SPd MM kepada Pekanbaru Pos, Selasa (10/4/18) siang.

Menurutnya sesuai rekomendasi dari instansi terkait, pelaksanaan UNBK seluruh siswanya harus menumpang di SMA N 1 Selatpanjang. 

"Pelaksanaan UNBK itu kami lakukan semampu kami sesuai rekomendasi dan intruksi dari Pemerintah Provinsi Riau. Memang tahun sebelumnya kami hanya menggunakan pola UNKP," kata Darmawan.

Tambahnya lagi, seluruh biaya akomodasi tersebut mencakupi kebutuhan biaya keberangkatan menggunakan kapal laut, sewa kamar hotel, serta makan siang dan malam.

"Sebelumnya, simulasi UNBK kami juga sempat sewa kamar hotel di Selatpanjang selama tiga hari. Dan biaya itu termasuk pada pasca UNBK minggu ini hingga akhir pekan mendatang," ujarnya.

Dalam mengambil kebijakan itu ia mengaku sudah menggelar pertemuan dengan semua wali murid, Komite, serta guru. Saat itu menurut Darmawan, kebijakan itu disepakati oleh seluruh peserta rapat.

"Stelah dihitung bitung, biaya itu dinilai sangat murah. Terlebih untuk biaya keberangkatan pulang pergi, makan dua kali sehari, dan 15 kamar hotel," ungkapnya.

Menindaklanjuti hal itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan Provinsi Riau Harfes Tim Tim belum bisa dikonfirmasi. 

Beberapa kali dihubungi melalui panggilan telphone genggam dan pesan elektronik Pekanbaru Pos juga belum mendapat respon.

Penulis : Wira Saputra