Longsor, Jalan Kuansing-Sumbar Terancam Putus


riaupotenza.com
LONGSOR-Jalan nasional yang menghubungkan Sumbar-Riau via Teluk Kuantan menuju Kiliran Jao terancam putus.

KUANSING (RPZ) - Hujan dengan intensitas lebat mengguyur Kabupaten Kuansing, Sabtu sore hingga Ahad (8/4) siang. Hal ini menyebabkan jalan nasional yang menghubungkan Sumbar-Riau via Teluk Kuantan menuju Kiliran Jao terancam putus. 

Pasalnya, turap penahan tebing amblas atau longsor di kawasan tanjakan Bukit Betabuh desa Kasang kecamatan Kuantan Mudik, Minggu (8/4) siang. 

Jalan lintas tersebut merupakan urat nadi penting bagi kendaraan yang melintas dijalur Lintas Tengah Sumatera bagi kendaraan dari pulau Jawa ke Sumatera dan kota-kota di Pulau Sumatera dan sebaliknya.

Tak hanya itu, jalan lintas ini juga akses utama untuk membawa pasokan sembako ke Riau dari wilayah Sumatera Barat. Maka jika jalan lintas tersebut putus, maka pasokan sembako bakal terganggu, sehingga bisa menyebabkan lonjakan harga di pasaran.

Turap jalan yang amblas sepanjang lebih kurang 100 meter tersebut terletak pada tanjakan tertinggi di area perbukitan Bukit Betabuh, tepatnya sebelum memasuki kawasan air terjun Guruh Gemurai sebelah kanan dari arah Teluk Kuantan menuju Kiliran Jao. 

Jika amblas semakin parah dan jalan putus tidak ada jalan alternatif untuk melintas dikawasan ini. Karena disisi kanan merupakan jurang dan sebelah kiri perbukitan jika dari arah Teluk Kuantan ke Kiliran Jao.

" Ya ada jalan amblas di kawasan Bukit Betabuh desa Kasang yang merupakan jalan nasional yang menghubungkan Riau dan Sumbar dan jalan lintas Tengah Sumatera,"ujar Plt Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kuansing, Ade Fahrer Arif kepada wartawan, kemarin.

Bagian jalan yang amblas tersebut katanya, merupakan turap penahan tebing. Saat ini kondisi aspal sudah berada dibibir jurang.

"Kita harapkan tidak terjadi longsor susulan dan menghabiskan badan jalan. Kalau separuh saja jalan amblas akan susah dilewati. Disini juga tidak ada jalan alternatif, dan terletak di tepi jurang,"kata Ade.

Kalau kondisi saat ini katanya, ruas jalan masih bisa dilewati kenderaan namun harus ekstra waspada.

"Di lokasi sudah dipasang rambu-rambu peringatan bagi pengguna jalan untuk mengingatkan agar berhati-hati apalagi pada malam hari," ujarnya.

Turap jalan yang amblas ini katanya juga sudah dilaporkan kepada Balai Penanganan dan Pemeliharaan Jalan Nasional di Padang. 

"Kita harapkan segera diantisipasi secepatnya," pungkas Ade. (cil)