Sebut Azan Tak Suci, Ade Armando Dicari Jawara Bekasi


riaupotenza.com

JAKARTA (RPZ)  – Jawara Bekasi Damin Sada murka dengan pernyataan Dosen Komunikasi Universitas Indonesia Ade Armando. Saking murkanya, ia berjanji akan membuat perhitungan dengan Ade Armando.

Melalui akun Facebooknya, Damin menulis: "Demi Allah, saya sebagai seorang Muslim tersakiti dengan segala ucapannya yang selalu mendiskreditkan Nilai-Nilai Suci ke Islaman. Semoga Allah melaknatnya!!! Demi Allah saya akan cari cara untuk buat perhitungan dengan dia!!! Ade Armando. SEBARKAN !!!"

Damin Sada, pria yang terkenal sebagai jawara Bekasi itu merasa murka setelah Ade Armando menulis status di akun Facebooknya, "Azan tidak suci. Azan itu cuma panggilan untuk sholat. Sering tidak merdu. Jadi biasa-biasa sajalah..."

Status Ade Armando tentang azan itu dituliskan setelah kasus puisi "Ibu Indonesia" yang ditulis dan dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri menjadi masalah. Darmin yang juga ambil bagian dalam demonstrasi 64 yang menggugat puisi Sukmawati menantang Ade Armando untuk bertemu. Bahkan sudah melayangkan surat pada Ade.

Namun Ade menganggap ajakan Damin tak serius karena isi suratnya ditutup dengan kalimat, "Saya tunggu kabarnya lebih cepat lebih bagus, jangan menunggu negara bubar." Dan ditambah dengan kalimat: "Tembusan disampaikan pada Allah SWT." Menurut Ade, kalimat negara bubar dan tembusan pada Allah SWT, adalah kalimat yang menunjukkan ajakan Damin Sada tidak serius. 

Selain itu, di Facebooknya, Ade menulis bahwa dia sebenarnya bersedia bertemu dan berdiskusi dengan Damin Sada, namun akhirnya keinginan itu ia batalkan setelah membaca respons pendukung Damin yang menuliskan kalimat-kalimat bernada penyerangan. Ade kembali menulis dengan mengatakan tulisan-tulisan itu menunjukkan umat Islam masih banyak yang terbelakang dalam pemikiran.

Perang status antara Ade Armando dan Damin Sada terus berlanjut. Namun belum ada kejelasan apakah keduanya akan bertemu untuk duduk bareng dan berdiskusi.

Damin Sada terkenal sebagai jawara Bekasi yang pernah menghancurkan patung lele, yang sempat menjadi ikon Bekasi, dan membubarkan roadshow Bupati Dedi Mulyadi karena menganggap Dedi penuh mistis yang tak sesuai dengan ajaran Islam. Sedangkan Ade Armando adalah dosen komunikasi Universitas Indonesia. Ade kerap menulis status-status yang menjadi kontroversi dalam memahami ajaran Islam. (alz/rpz)