Satu di Antaranya sedang Hamil

Oknum Pemprov Lecehkan Mahasiswa Unilak Ternyata Pegawai Lepas


riaupotenza.com
3 Oknum PLH yang diduga melecehkan Mahasiswa Unilak Riau melalui Medsos, saat meminta maaf kepada mahasiswa Unilak Senin (9/4) di Unilak Rumbai Pekanbaru.

PEKANBARU (RPZ) Terkait pelecehan mahasiswa yang dituding "Sampah Masyarakat" oleh oknum pegawai Pemprov Riau melalui Medsos, ternyata perlakunya merupakan Pegawai Lepas Harian (PLH) yang diperbantukan di Biro Kesra Setdaprov.

Hal tersebut terungkap, disaat Pemprov Riau melakukan klarifikasi dan mengajukan permohonan maaf kepada mahasiswa Unilak, Senin (9/4) di kampus Unilak Riau, Rumbai, Pekanbaru, yang dipimpin oleh Asisten I Setdaprov Riau Ahmad Syah Harrofie, didampingi Kepala Biro Kesra Setdaprov Riau, Masrul Kazmi yang disambut lansung oleh Rektor Unilak Riau DR Hj Hasnati SH MH serta mahasiswa Unilak Riau.

Oknum yang terlibat dalam pengunggahan video tersebut, berjumlah sebanyak tiga (3) orang, salah satunya perempuan yang dalam kondisi hamil. Dimana mereka diminta untuk menyampaikan lansung permintaan maaf kepada mahasiswa Unilak dengan mebuat pernyataan menyesal dan tidak mengulangi kembali kejadian tersebut. 

Bahkan, atas apa yang telah dilakukan itu mereka juga siap dan bersedia untuk menerima kosekmensi kedepan. Termasuk diberhentikan dari pekerjaan sebagai Pegawai Harian Lepas di Biro Humas Setdaprov Riau.

Assisten I Setdaprov Ahmad Syah Harrofie, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh mahasiswa ini merupakan keseriusan Pemprov Riau dalam menanggapi permasalahan yang sudah terjadi. Untuk itu ia. Mengharapkan mahasiswa Unilak Riau bisa memahami dan bisa memberikan maaf sesuai apa yang telah terjadi, karena permasalahan ini merupakan permasalahan personal yang juga ada tindak lanjut oleh Pemprov Riau agar tidak terulang kembali pada pegawai lainya.

"Secara kesalahan kita dengan tulus sudah mengajukan permohonan maaf, bahkan kita juga menghadirkan lansung oknumnya. Diharapkan kejadian ini menjadi pembelajaran bagi pegawai Pemprov Riau kedepan," katanya.

Terkait permintaan mahasiswa untuk proses hukum, ia tidak menghalangi dan mempersilakan keinginan siswa sesuai pertimbangan dan mencerminkan pada Indonesia merupakan negara hukum. Yang pasti secara permohonan maaf sudah diajukan sesuai dengan kesalahan. Maka itu kita persilahkan saja kepada mahasiswa," katanya.

Sementara, Rektor Unilak Riau DR Hj Hasnati SH MH, menyampaikan menyambut baik pengajuan permohonan maaf dari Pemprov Riau tersebut, karena telah menanggapi cepat permasalahan yang terjadi. Bahkan tanggapan ini jauh hari sudah disampaikan Pemprov Riau melalui humas Setdaprov Riau karena sebelumnya ada kegiatan baru hari ini dilaksanakan.

"Alhamdulillah, semunya bisa berjalan dengan baik,lebih. Memang secara pribadi kita juga tersinggung dengan pelecehan pada  mahasiswa itu, tapi semua itu harus ditanggapi dengan kepala dingin. Apa lagi Unilak ini merupakan unit yang dilahirkan Pemprov Riau yang tak akan mungkin membiarkan permasalahan begitu saja," katanya.

Sementarab presiden Mahasiswa Unilak Riau, Ervan Ibsyahrodan, mengaku, sebagai perwakilan mahasiswa memaafkan atas permintaan maaf yang telah diajukan. Namun untuk proses hukum akan tetap berjalan karena hal itu terkait pelecehan terhadap mahasiswa. Apa di salah satu Medsos yang sudah ditonton ribuan orang dan telah melanggar Undang-Undang IT.

"Untuk maaf kita terima, tapi proses hukum tetap berjalan, dan kita akan tetap minta di proses," tuturnya. (dre)