Sudah Tersungkur, ABG Masih Dibacok Bertubi-tubi


riaupotenza.com
Ilustrasi.(net)

DUMAI (RPZ) -- Seorang anak remaja berusia 16 tahun, Riski Rayana warga Jalan Bintan Sukajadi, Kecamatan Dumai Kota menjadi korban pembacokan. Korban belum bisa memberikan keterangan kepada polisi. Ia mendapatkan penanganan medis dan terbaring di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai dengan kondisi luka serius akibat serangan senjata tajam dibagian kepala belakang, lengan, punggung dan pinggang. 

Nama Akbar Cs disebut - sebut sebagai orang yang melakukannya pembacokan dan penganiayaan terhadap Riski. Sebelum membacok korban Cs sempat menyerempet korban lalu menghantamkan senjata tajam secara tiba-tiba dan bertubi - tubi ke korban hingga korban pun tebah. 

Korban merupakan remaja putusan sekolah itu dibacok saat berada di depan sebuah Dealer Yamaha Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Teluk Binjai Kecamatan Dumai Timur, Kamis (5/5) malam sekira pukul 21.00 WIB. 

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Dumai AKP Awaludin Syam mengatakan korban belum bisa diambil keterangan karena tengah menjalani penanganan medis di RSUD Dumai.

“Belum korban belum bisa diambil keterangan masih di rumah sakit, ini kasus penganiayaan, akan kita dalami,” ujarnya. Ahad (8/5) pagi. 

Sebelum dibacok, korban bersama temannya (saksi red) Syafitri (17) sedang mengendarai sepeda motor lalu diserempet oleh pelaku yang langsung membacok korban dengan cerulit/enggrek pada bagian kepala belakang sebelah kanan, lengan sebelah kanan dan punggung belakang bagian pinggang korban, korban langsung kabur, sementara pelaku dilarikan ke rumahnya sakit. 

Orang tua korban, Sudirman (49) sempat kaget ketika didatangi saksi mengatakan bahwa Riski sedang berada dirumahnya sakit, akibat dibacok. Mendengar kabar tersebut orang tua korban langsung menjumpai Korban (anak kandungnya) di RSUD Dumai, kemudian korban dan saksi menceritakan kejadian yang menimpa dirinya yang pada saat kejadian. 

Atas kejadian tersebut pelapor (orang tua kandung korban) merasa tidak senang dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Dumai guna Pengusutan lebih lanjut.

Serangan yang mengakibatkan luka serius korban dibawa umur ini menunjukkan keprihatinan yang terjadi di Kota Dumai, aksi kriminal itu tak layak terjadi kepada anak yang masih berusia dibawah-umur umur. Hingga kasus ini menjadi contoh, tanggung jawab orang tua harusnya menjadi kewajiban dalam mengawasi anak, dimana selayaknya sang anak sedang berada dibangku pendidikan justru berada di jalan, selainnya itu, peran kepolisian sangat dibutuhkan bertindak menjaring remaja yang semakin hari semakin berani nekat dan dekat melakukan tindak pidana khususnya penganiayaan antar genk. pm/rpg