Masih Buang Limbah ke Tempat yang Dilarang

PKS PT SRM Acuhkan Sanksi Bupati


riaupotenza.com
Tim Ahli Biologi UMRI Pekanbaru dan DLH, saat turun ke lokasi limbah PKS PT. SRM, Jumat (6-4) sore.

TELUKMEGA (RPZ) - PKS PT. Sawit Riau Makmur (SRM) yang berada di Kepenghuluan Teluk Mega, Kecamatan Tanah Putih ini terkesan ‘mengangkangi’ sanksi administrasi yang dikeluarkan oleh Bupati Rokan Nomor 544 tahun 2017 tertanggal 4 Desember 2017. Dimana memutuskan dan menetapkan PKS. (SRM) telah melakukan pelanggaran pasal 69 ayat (1) huruf a.UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Pembangkangan yang dilakukan PKS PT. SRM ini tampak jelas, pasalnya sudah beberapa kali tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rohil datang memantau hasil sanksi administrasi dari Bupati Rohil terhadap pembuangan limbah PKS PT. Sawit Riau Makmur (SRM). Namun PKS PT. SRM masih saja ada limbah dari kolam 4 mengalir ke kolam buatan tersebut.

Hal serupa juga terjadi saat tim ahli Biologi dari Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) diketuai okeh Yeeri datang pada Jumat (6/4) sore jam 15.00 WIB bersama pihak DLH Rohil M. Nurhidayat SH, Carlos Roshan ST dan Candra, perwakilan Camat Wirya, perwakilan Lurah Sedinginan Evi Rahman SSos, perwakilan Penghulu Teluk Mega Azmianto SPd melakukan pemantauan. Untuk menghitung kerugian akibat kerusakan lingkungan dari pembuangan limbah oleh PKS PT. SRM itu, limbah masih juga mengalir ke tempat yang sudah dilarang.

Dari beberapa peninjauan dan pemeriksaan sebelumnya, tak satupun warga setempat hadir. Tapi, saat tim ahli Biologi turun, puluhan warga tampak ramai datang. Anehnya, warga yang mengaku warga Teluk Mega itu terkesan membela perusahaan yang sudah jelas dari hasil pemeriksaan DLH. Padahal perusahaan tersebut menyalahi prosesur pembuangan limbah yang mengakibatkan ikan pada mati oleh limbah dari kolam pembuangan limbah milik PKS PT. SRM. 

Dalam pantauan itu sangat terlihat jelas, bahwa ada limbah dari kolam 4 milik PKS PT. SRM tumpah ke kolam buatan yang tidak ada izinnya. Apalagi sebelumnya, Kadis DLH Rohil Suwandi SSos telah memerintahkan pihak PT. SRM menutup kolam buatan itu. Namun faktanya di lapangan, limbah dari kolam 4 masih mengalir di kolam buatan tersebut.

Manager PT. PKS Amrin Nainggolan di lokasi mengatakan, bahwa kejadian ini merupakan ulah wartawan yang kerap memberitakan terkait limbah tersebut. “Itu sampaikan ke wartawan yang sering buat berita macam-macam tu,” kata Amrin Nainggolan di hadapan puluhan warga yang datang.

Mendengar perkataan Amrin Nainggolan, salah satu wartawan, Abdurrahman langsung membantah perkataan Amrin. “Lho, kok kami bapak kata buat berita macam-macam, maksud bapak apa,” kata pria yang akrab disapa Rahman itu.

Namun, hal itu tidak berlangsung lama, karena Humas PT. SRM Rizki cepat menyampaikan permohonan maaf. Namun, untuk menghindari terjadinya perselisihan paham, para awak media yang ikut menyaksikan pemeriksaan itu langsung pulang meninggalkan lokasi.

Sementara itu, Kabid Penaatan dan Pendataan DLH Rohil M. Nurhidayat SH didampingi Kasi Penegakan Hukum Charlos Roshan ST, usai mereka mendampingi tim ahli bilologi dari UMRI Pekanbaru menjelaskan,  jika pihak ahli datang awal untuk menghitung kerugian lingkungan saja. “Tentunya meraka buat kajian dulu, setelah mereka mengkaji semua nanti baru tau apa saja yang harus diganti kerugian oleh pihak PT. SRM itu,” ujar Carlos Roshan.

Terpisah, Kepala DLH Rohil Suwandi SSos ketika diminta komentarnya terkait masih adanya terdapat pembuangam limbah dari kolam 4 ke kolam buatan yang tidak mengantongi izin itu mengatakan, bahwa ia akan pelajari dulu sanksi apalagi yang dibuat untuk PKS PT. SRM itu. “Kami tetap konsisten menerapkan sanksi,” tegasnya. 

Terpisah, Ketua Pemuda Sedinginan, Suryadi yang juga selaku pelapor mewakili nelayan Sedinginan terkait ikan mati akibat pembuangan limbah dilakukan pihak PKS PT. SRM itu mengatakan, bahwa ia bersama warga tidak bisa ikut hadir dalam pemantauan itu, dengan alasan dia lagi sakit dan kurang enak badan. 

Namun, ia tidak menampik sudah membubuhkan tanda tangan dengan nelayan Sedinginan dan daerah tetangga lainnya tidak setuju jika pihak PKS PT. SRM membuang limbah ke Sungai Rokan. “Selagi hasil limbah PKS PT. SRM itu di atas baku mutu, kami tidak setuju limbah itu dibuang ke sungai, sebab kami takut ikan bakal mati lagi seperti pada tahun-tahun sebelumnya,” tutup Suryadi.Fen