Ruswita : Alat Test Urin Kami Standart Kemenkes RI


riaupotenza.com
Direktur RSUD Kepulauan Meranti, Ruswita didmapingi beberapa jajarannya.

SELATPANJANG(RPZ)-Hasil test urine di Puslabfor Mabes Polri terhadap balita asal Meranti, Riau, ternyata berbeda dari hasil test yang dilakukan RSUD daerah setempat : positif mengandung Narkoba.

Sedangkan uji pembanding di Puslabtfor Mabes Polri, hasil test urine balita terkait negatif mengandung Methafetamin, dan Amphetamin oleh pihak Kepolisian

Menyikapi perbedaan itu, Direktur RSUD Kepulauan Meranti Ruswita, nyatakan alat yang mereka gunakan sudah standar operasional dan mendapatkan rekomendasi Kemenkes RI.

"Kalau dibilang tidak layak, saya rasa tidak mungkinlah ya. Itu alat standar yang direkomedasikan langsung oleh Kemenkes. Nama alat itu Monotes Drug of Abuse (DAO) dengan enam parameter," ungkapnya, kepada Pekanbaru Pos, Jumat (6/4/18) siang. 

Ditanya batas xpired atau masa berlaku terhadap DAO yang mereka gunakan, ia menjawab masih meliki batas yang panjang. 

"Masih panjang itu masa berlakunya, kami lihat masa akhir belakunya Juni 2019 mendatang," ujar Ruswita. 

Selain itu Ruswita juga tidak menyangkal jika uji lab terhadap urin seorang balita yang positif mengandung narkoba beberapa hari lalu, hanya dilakukan sekali uji. 

"Memang kemarin kita hanya sekai uji saja. Tapi menurut saya itu sudah akurat," ungkapnya.

Ketika itu terhadap korban atau pasien (Balita), ia mengaku pihaknya tidak memberikan obat-obatan tertentu untuk menetralisir kadar Methafetamin, dan Amphetamin tersebut. 

"Memang kita tidak memberi obat tertentu kepada pasien, melainkan hanya meminta perbanyak minum air. Itu untuk menetralisir kadar Methafetamin, dan Amphetamin," ujarnya.(Wira)