Test Urine Yang Dilaksanakan Pihak RSUD Diragukan,?

Puslabfor Mabes, Urine Balita Asal Meranti Bebas Narkoba


riaupotenza.com
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP La Ode Proyek SH

SELATPANJANG(RPZ)-Akurasi hasil Laboraturium Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Meranti, diragukan.

Bukan tidak beralasan, keraguan itu sejalan atas hasil test urine yang mereka lakukan terhadap balita 3,8 tahun asal daerah setempat yang positif mengandung Methafetamin, dan Amphetamin atau Narkoba.

Namun terakhir setelah dilakukan uji pembanding di Puslabfor Mabes Polri, hasil test urine balita itu ternyata berbeda dari sebelumnya, : negatif mengandung Methafetamin, dan Amphetamin oleh pihak Kepolisian.

Selain urine, beberapa sample yang disinyalir mengandung narkoba yang pernah di cek oleh BBPOM Pekanbaru itu juga dinyatakan negatif mengandung narkoba oleh Mabes Polri.

Menindaklanjuti prihal tersebut dibenarkan oleh Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek SH, Jumat, (6/4/18) siang kepada Pekanbaru Pos.

"Iya kemarin kami terima hasilnya dari Mabes Polri, urine balita dan sample permen yang dimakan korban benar negatif tidak mengandung Methafetamin, dan Amphetamin," ungkapnya. 

Menurut La Ode, saat ini ia dan jajaran mendapat atensi dari Mabes Polri untuk melakukan pengecekan ulang terhadap alat yang digunakan RSUD Meranti dalam melakukan test urine kepada pasien. 

Selain itu, ia juga mengaku diminta untuk mengusut tuntas kasus yang menimpa balita 3,8 tahun di Kabupaten Kepulauan Meranti beberapa hari belakangan.

"Iya alat RSUD Meranti akan dilakukan pengecekan kebali, tapi itu cuma cek aja. Selain itu kami juga diminta oleh Mabes untuk mengusut tuntas kasus ini. Tambah lagi ini korbankan masih balita," ujarnya.(Wira)