Mahasiswa Bantah Pernyataan Kapolsek

Wanita Malam di Karaoke Panipahan, Itu Fakta!


riaupotenza.com
Wanita-Wanita malam yang berada di karaoke di Panipaham yang diabadikan oleh para masyarakat dan mahasiswa.

PANIPAHAN (RPZ) - Ketua Umum Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa (HPPMP) Kecamatan Pasir Limau Kapas, Wais Al Qurni membantah pernyataan Kapolsek Panipahan Iptu Zulmar SH yang menyebut ada kekeliruan informasi terkait pemberitaan yang dimuat oleh pihaknya soal adanya wanita malam yang tersedia di tempat hiburan malam Panipahan.

Bahkan para mahasiwa mendapatkan fakta-fakta bahwa temlat hiburan berbentuk karaoke menyediakan wanita malam. Hal ini tentunya sangat disayangkan mahasiwa dan masyarajat Panipahan.

“Tidak ada yang keliru informasi, apalagi salah faham. Pak Kapolsek kurang baca dalam hal ini kami saja menemukan foto-foto di lapangan dan masih beroperasi,” kata Wais Al Qarni, Kamis (5/4) kemarin.

Wais mengakui dalam pemantauan yang dilakukanya bersama rekan rekan mahasiswa beserta ormas Kecamatan Pasir limau Kapas pekan lalu memang tidak mendapat dokumentasi yang jelas untuk dapat dijadikan sebagai bukti. 

Namun ia menegaskan bahwa hal tersebut dikarenakan sulitnya mahasiswa dalam mengambil foto karena dihadang oleh oknum warga Panipahan berinisial K dan sempat terjadi adu mulut yang cukup larut.

“Saat kami mengacungkan kamera handphone tiba-tiba oknum warga Panipahan berinisial K tersebut melarang dan menghadang kami dan dikarenakan hal itu terjadi adu mulut dan debat yang cukup larut”, katanya.  

Wais menyayangkan pernyataan Kapolsek Panipahan yang menyatakan bahwa berita yang disampaikan oleh pihaknya tidak benar adanya. Padahal hal ini bukan lagi rahasia umum di Kecamatan Pesisir Rohil itu.

“Ya, tentu kita sayangkan, karena apa yang kami sampaikan sesuai dengan fakta yang telah kami lihat setelah melakukan investigasi langsung bersama kawan-kawan,” kata Wais. 

Lanjut Wais kalau Pak Kapolsek bilang ada kesalahfahaman dan ada kekeliruan informasi itu tidak betul. “Apalagi dibilang mengada-ada, itu yang perlu kita luruskan,” tuturnya

Mahasiswa yang tergabung dalam HPPMP Pekanbaru tersebut juga berpesan kepada Kapolsek Panipahan untuk mengayomi masyarakat dengan tidak menyebarkan informasi yang tidak akurat. 

Menurutnya pesan tersebut bertujuan agar tidak terjadi perang media antara mahasiswa dan pihak keamanan setempat. 

“Mewakili kawan-kawan mahasiswa saya berpesan agar Kapolsek senantiasa mengayomi masyarkat dan tidak menyebar berita yang tidak akurat. Apalagi sempat mengatkan kami keliru informasi, kedepannya supaya tidak terjadi perang argumen antara kami dan Kapolsek Panipahan,” tutup Ketua Umum HPPM Pekanbaru itu.

Bahkan pernyataan Kapolsek mendapatkan respon dari pemgguna Media Sosial karena menyampaikan berita yang keliru kepada masyarakat. Sebuah akun Mhatafa Husen mengunggah bukti-bukti dan ratusan komentar masuk. Diketahui bahwa Mustafa Husen merupakan Penghulu Teluk Pulai, Kecamatan Pasir Limau Kapas.

“Jangan kami dibodohi karena di Panipahan memang benar adanya wanita malam. Kami tak mau kampung kami kena azab,” kata Husen dalam postingannya. Der