Rayakan Bareng Gubernur dan Kapolda

HUT ke-12 Pekanbaru MX Terasa Istimewa


riaupotenza.com
akrab - Kapolda Riau, Irjen Pol Drs Nandang MH saat berdialog akrab dengan jajaran Pekanbaru MX, Selasa (3/4) pagi.

PEKANBARU (RPZ) - ADA berbeda dalam perayaan hari ulang tahun (HUT) Harian Pekanbaru MX tahun 2018 ini. Acara spesial milad ke-12 koran metro terbesar di Provinsi Riau ini dirayakan bersama dua petinggi daerah sekaligus. Yakni, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim dan Kapolda Riau Irjen Pol Drs Nandang MH, Selasa (3/4) pagi. 

Suasana hangat begitu terasa saat rombongan Pekanbaru MX yang dipimpin langsung Direktur Utama Abdul Kadir Bey SE MM berada di ruang kerja Plt Gubernur Riau Wan Thamrim Hasyim. Sembari senyum sumringah, orang nomor satu di Bumi Lancang Kuning ini menyalami rombongan satu per satu.

‘’Pekanbaru MX ini memang istimewa. Ulang tahun dirayakan di Kantor Gubernur, saya langsung yang potong kue ulang tahunnya,” kata Wan dengan logat Melayu yang kental.

Mantan Wakil Bupati Rohil ini mengaku tak asing dengan Pekanbaru MX dan Riau Pos Group (RPG). Bahkan, Wan menyebut punya hubungan baik sejak lama dengan media yang bertamu ke ruang kerjanya tersebut.

‘’Kalau Pekanbaru MX ini sudah tak asing lagi. Media yang banyak dibaca,’’ sebutnya lagi.

Bincang panjangnya bersama tim Pekanbaru MX berlangsung hampir satu jam. Mulai sejarah Riau hingga bahaya Narkoba terhadap anak bangsa yang bahkan menyusup ke para pekerja.

Kapolda: Ini Pertama Kali

Selasai acara di Kantor Gubernur Riau, rombongan langsung menuju ke Mapolda Riau. Begitu sampai di sana, langsung disambut Kapolda Riau Irjen Pol Drs Nandang MH.  

Sama dengan Plt Gubernur Riau. Kapolda Riau Irjen Nandang MH menyebutkan bahwa Pekanbaru MX merupakan media yang pertama merayakan ulang tahun bersama dirinya.

‘’Pekanbaru MX ini paling hebat. Media pertama yang merayakan ulang tahun bersama saya,’’ ucap mantan Kapolda Sulawesi Barat ini.

Serangkaian acara berlangsung khidmat di ruang kerja Kapolda Riau. Di antaranya tiup lilin kue ulang tahun bersama Kapolda Riau Irjen Pol Drs Nandang MH, Direktur Utama Pekanbaru MX Abdul Kadir Bey SE MM, Direktur H T Romi Abram, General Manajer Hendri Agustira SIKom, Pemimpin Redaksi Lukman Hakim dan Manajer Armazi Yendra, Manajer Iklan Edmon dan lainnya.

Usai tiup lilin, kegiatan dilanjutkan dengan perbincangan yang berlangsung dengan hangat. Mulai dari perjalanan Kapolda Riau menjadi dan lainnya.

Direktur Utama Harian Pekanbaru MX Abdul Kadir Bey SE MM mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesediaan Kapolda meniup lilin. Ini sebagai tanda 12 tahun umur harian Pekanbaru MX yang berperan serta dalam membangun dan mengawal pembangunan di Provinsi Riau. 

Kepada Kapolda Riau, Abdul Kadir Bey mengungkapkan bahwa Harian Pekanbaru MX merupakan satu-satunya koran metro yang mengulas berita hukum dan kriminal di Provinsi Riau. Pekanbaru MX lahir karena ingin memberikan edukasi kepada masyarakat. Sehingga tidak menjadi korban kejahatan berikutnya.

‘’Mewakili perusahaan, saya mengucapkan rasa terima kasih. Bahwa bapak Kapolda sudah menyediakan waktu untuk kami,’’ katanya.

Bertepatan perayaan HUT ke-12 ini, Abdul Kadir Bey mengungkapkan, Pekanbaru MX juga ingin memberikan edukasi dalam hal lain. Di antaranya kegiatan workshop bagaimana agar Narkoba tidak masuk ke lingkungan pekerjaan.

‘’Kegiatan ini karena pernah saya baca. Hasil penelitian Universitas Indonesia, bahwa terdata sebanyak 70 persen kalangan pekerja adalah pengguna Narkoba,’’ ungkapnya.

Senda diungkapkan Kapolda Riau. Menurutnya, dari pengalamannya bertugas di Lampung, Narkoba banyak digunakan para pekerja tambang. 

‘’Mereka menggunakannya agar fisiknya tahan. Sehingga dapat bekerja melebihi waktu yang semestinya,’’ ungkapnya.

Selain itu, ia mencontohkan kasus di Bali. Ada seorang kalangan legislatif yang nyambi menjual Narkoba. ‘’Dari kasus tersebut, kita lihat bahwa upahnya sebagai wakil rakyat masih kurang,’’ ungkapnya.

Menurut dia, beredarnya Narkoba di kalangan masyarakat menjadi bukti bahwa Narkoba adalah salah proxy war, yakni perang tanpa senjata.

‘’Proxy war ini untuk melemahkan generasi yang akan datang. Maka kita harus bersama-sama menyatakan perang lawan Narkoba,’’ ujarnya.

Atas kunjungan direksi Pekanbaru MX, Kapolda mengungkapkan rasa terima kasih. ‘’Teman-teman datang ke sini sungguh luar biasa. Itu yang kita butuhkan sekarang ini, dalam artian saya dan media harus bermitra. Di mana posisi media sebagai mintra Polri, juga bertindak sebagai wasit,’’ katanya. 

Terkait kerja media, Kapolda mengatakan bahwa sifat koreksi dari media adalah saran yang kotruktif dan membangun. Sudah saatnya media lebih berkembang mengawasi demokrasi. Di mana posisi media adalah sarana pendidikan tanpa ruang kelas.

‘’’Contohnya suatu kejahatan, dibaca masyarakat. Maka masyarakat yang cerdas dapat menjadikannya suatu pelajaran,’’ ungkapnya.

Dengan membaca berita di Pekanbaru MX, kata Kapolda, masyarakat diharapkan dapat mengambil pelajaran agar dapat mengantisipasi terjadinya kejahatan. ‘’Maka masyarakat untuk waspada dan dapat menjadi polisi bagi diri sendiri. Pelaku kejahatan juga terus belajar menghindari proses hukum terhadap tindakannya,’’ ungkapnya.

Kapolda menyatakan bahwa dirinya dari dulu tidak berubah. Menurutnya hanya pangkatnya yang berubah. Ia selalu memposisikan dirinya sebagai bagian dari masyarakat. 

‘’Maka saya sarankan, yang paling utama sekarang dan masa yang akan datang. Polisi harus menjadi sebagai pelayan, penganyom. Maka upaya itu akan dapat perhatian dari masyarakat,’’ katanya.

Terkait silaturahmi Pekanbaru MX ini, Kapolda mengharapkan awal yang positif. Ke depannya kerja sama ini harus dipelihara dan ditingkatkan.

‘’Media adalah corong kepolisian. Maka mari sama-sama kita membangun Riau ke arah yang lebih baik,’’ ajaknya.

Sebagai pimpinan Kepolisian Daerah Riau, Nandang mengungkapkan, setiap bertugas ia mengedepankan sikap yang natural. Menurutnya, setiap kepalsuan tidak akan bertahan lama.

‘’Saya pernah turun langsung ke tengah-tengah masyarakat. Di mana saat itu saya dimarahi warga. Keesokan harinya, warga tersebut kaget, karena tahu saya adalah Wakapolres Bengkalis. Itu yang ingin saya tonjolkan bahwa jabatan itu adalah amanat. Karena saat saya bukan Kapolda lagi, otomatis saya akan menjadi masyarakat biasa,’’ katanya.

‘’Sejak menjadi Polisi, saya tekankan pada diri saya bagaimana kita menghargai orang lain bukan karena jabatannya. Tetapi, karena kapasitasnya. Jabatan itu amanah, masalah tanggungjawab semua sama,’’ sambungnya. pm/rpg