4 Pelaku Pembunuhan Beruang Madu Diringkus


riaupotenza.com
Beruang madu yang dibunuh, kulitnya diambil oleh pelaku.

TEMBILAHAN (RPZ) - Setelah sempat viral di media sosial beberapa hari terakhir terkait adanya pembunuhan terhadap 4 ekor Beruang Madu yang merupakan satwa liar yang dilindungi, Polres Indragiri bergerak cepat dan berhasil menangkap empat orang terduga pelakunya. 
 
Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Christian Rony SIK MH didampingi Kasat Reskrim AKP M Adhi Makayasa SH SIK dan petugas dari Balai Gakkum LHK Sumatera Pekanbaru Safri MS serta Polhut BBKSDA Rengat Zulkifli memaparkan kejadian yang membuat miris banyak kalangan tersebut.
 
Dalam konfrensi pers itu juga dihadirkan Barang Bukti (BB) berupa 1 karung ukuran sedang yang berisikan organ tubuh beruang, 2 Karung kecil yang berisikan organ tubuh beruang, Jerat yang digunakan untuk menjerat beruang, 1 plastik kecil organ tubuh beruang, 1 bilah pisau yang digunakan untuk memotong beruang serta  1 pucuk senapan angin yang digunakan menembak beruang 
 
Kejadian itu bermula dari informasi yang datang dari Bareskrim Polri tentang adanya sebuah video penangkapan dan pembunuhan beruang madu yang diduga terjadi di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan yang dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Indragiri Hilir, dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP M Adhu Makayasa SH SIK bekerjasama dengan Polhut dan BKSDA.
 
Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa kejadian tersebut memang benar adanya. Tim gabungan berhasil menangkap 4 orang yang berinisial masing-masing berinisial FS, (33) pekerjaan Petani, warga Parit 10 Desa Mumpa Kecamatan Tempuling, JS (51), pekerjaan Petani, warga Desa Karya Tunas Jaya Kecamatan Tempuling, GS (34) pekerjaan petani, warga Parit 1 Desa Mumpa Kecamatan Tempuling dan JPDS (39) pekerjaan petani, warga Desa Karya Tunas Jaya Kecamatan Tempuling.
 
‘’Setakat ini, dari pengakuan para terduga pelaku, niat awalnya adalah memasang jerat babi. Ketika kemudian yang terjerat adalah beruang madu, timbul niat para terduga pelaku untuk memotong satwa liar tersebut dan dagingnya lantas dibagi-bagikan ke teman para terduga pelaku,’’ papar AKBP Christian Rony.
 
Dari mereka, disita barang bukti berupa kulit beruang madu, daging dan empedu beruang madu serta tali nylon yang digunakan untul menjerat hewan liar tersebut.
 
Terhadap para terduga pelaku, akan dikenakan UU 5/1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan sanksi adalah pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000.zal