12 Pelajar Bolos Terjaring Razia


riaupotenza.com
12 pelajar SMP dan SMK bolos jam belajar terjaring razia Satpol PP dan Damkar Pelalawan.

PANGKALANKERINCI-Sebanyak 10 pelajar yang bolos pada jam belajar terjaring razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Pelalawan. Puluhan pelajar ini ditemukan sedang nongkrong dan bermain game on line di salah satu warung playstation dan warnet di dekat BTN Lama, Jalan Pemda Pangkalan Kerinci Kota.

     ‘’10 pelajar ini terjaring penertiban kita karena bolos pada saat jam belajar,’’jelas Kasat Pol PP dan Damkar, H Abu Bakar Fisda Eli,M.Ap melalui Kasi Penertiban Sofyan,SH,MH, Jumat (30/3) sambil menyebutkan penertiban dilakukan pada Kamis (29/3).

     ‘’Penertiban pelajar ini diawali dengan adanya laporan warga sekitar yang sudah kesal terhadap pelajar yang kerap kali pada saat jam belajar nongkrong di warung yang bersebelahan dengan play station,’’imbuhnya.

    Ke-12 pelajar itu sebut Sofyan, saat ditertibkan memakai seragam sekolah. Ada yang sedang bermain dan ada pula yang sedang kongkow bersama teman-temannya.

     ‘’Kita tertibkan ke Mako Satpol PP dan Damkar saat lagi nongkrong di warung dan ada yang sebagian berada di play station berpakaian sekolah.

12 pelajar yg ditertibkan kita serahkan ke penyidik untuk dilakukan pendataan juga pembinaan agar pelajar tersebut tidak mengulangi kembali,’’jelas nya. 

    Masih menurut Sofyan, terungkap setelah setelah diproses oleh penyidik, beberapa pelajar memang sedang tidak ada belajar karena baru menyelesaikan ujian mid smester dan setelah dikonfirmasi ke pihak sekolah ternyata benar mereka sedang tidak belajar. ‘’Sedangkan beberapa pelajar lainnya yang terjaring saat penertiban itu mengaku sedang cabut dan bolos pada jam belajar,’’bebernya sambil mengataka pelajar yang terjaring itu diserahkan ke Penyidik yang bertugas yaitu Jhon Hendra,  S. Sos,  Rospandi, S. Sos,  dan T Ramawati,  S. Sos.

     ‘’Para pelajar ini dari beberapa sekolah SMP,  SMK yang berada di Pangkalan Kerinci,’’sambungnya.

    Setelah didata dan membuat surat pernyataan juga diberikan pembinaan setelah itu diperbolehkan pulang. ‘’Tentunya kami berharap agar kedepannya pihak sekolah maupun orang tua wali  pelajar untuk selalu mengawasi anak didiknya.  Kalaupun bukan jam belajar namun tidak dibenarkan pelajar nongkrong di warung-warung sedang berpakaian sekolah pada saat proses belajar mengajar,’’pungkasnya.amr