Gara-gara Rp100.000, Nyawa Nyaris Melayang


KELAYANG (RPZ) - Syahroni Syahputra alias Roni (29), warga Desa Sungai Golang, Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) nyaris tewas usia dibacok oleh rekannya sendiri, Rustam Efendi alias Eteng (35).
 
Peristiwa pembacokan itu terjadi, Rabu (21/3) sekira pukul 17.00 WIB di depan sebuah cafe Jalan Lintas Tengah, Desa Sungai Kuning Binio Kecamatan Kelayang, Inhu.
 
Roni diketahui mengalami luka serius di bagian kepala dan tangan sebelah kanan akibat tebasan parang yang dilayangkan oleh Eteng. Saat ini, Syahroni alias Roni masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari Rengat.
 
Dari penuturan paman korban bernama Suhardi,  keponakannya itu terlibat perkelahian dengan pelaku sebelum terjadi pembacokan tersebut. Motifnya adalah hutang.
 
‘’Awalnya korban berniat menagih hutang kepada pelaku sejumlah Rp100.000. Namun entah bagaimana timbul keributan antara keduanya. Sehingga pelaku membacok korban,’’ kata Suhardi saat mendampingi korban yang tengah menjalani perawatan di RSUD Indra Sari Rengat.
 
Bahkan, parang yang digunakan pelaku membacok korban juga parang milik korban. ‘’Korban membawa parang yang ditaruh dipinggang dengan sarungnya. Tiba-tiba pelaku mengambil parang itu dari sarungnya dan membacokkan ke korban sebanyak dua kali,’’ lanjut Suhardi.
 
Setelah membacok korban, pelaku langsung melarikan diri meninggalkan korban dalam kondisi terkapar. Beruntung, salah seorang pelajar SMA melintas di lokasi kejadian dan langsung membawa korban ke Puskesmas Polak Pisang sebelum dirujuk ke RSUD Indrasari Rengat.
 
‘’Korban kini masih mendapat perawatan medis di RSUD Indrasari Rengat setelah menjalani operasi. Kondisinya kini masih lemah,’’ paparnya.
 
Suhardi sungguh tak menyangka peristiwa itu bisa terjadi. Padahal keduanya masih ada hubungan keluarga.
 
“Pelaku itu masih keluarga sama kami, emak dia sama bapak kami masih sesuku,” kata Suhardi.
 
Yang membuat semakin menyedihkan, lanjut Suhardi, pembacokan tersebut hanya karna utang piutang sebesar Rp100.000. Padahal seharusnya bisa dibicarakan dengan kepala dingin.
 
‘’Selama ini pelaku memang sudah sering keluar masuk penjara  oleh karena kelakuannya itu. Kami akan menempuh proses kekeluargaan untuk penyelesaian masalah tersebut,’’ beber Suhardi.asr