Alamak, Sarden Bercacing Ditemukan di Rengat


riaupotenza.com
Diskes Inhu Temukan dan Sita Sarden Bercacing

RENGAT (RPZ) - Kasus sarden bercacing ternyata sudah mulai meluas ke berbagai daerah di Provinsi Riau. Tak hanya ditemukan di Bengkalis, Kepulauan Meranti dan beberapa daerah lain. Kasus serupa pun ternyata telah masuk ke Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
 
Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Inhu berhasilk menyita temuan sejumlah sarden bercacing di salah satu toko di Kecamatan Rengat. Temuan yang pertama kali ditemukan Kabupaten Inhu langsung membuat heboh warga Rengat.
 
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Elis Yulinarti melalui Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan dan Kefarmasian Dinkes Inhu, Marliwati Armaini mengatakan, sarden yang mengandung cacing tersebut pertama kali ditemukan di salah satu toko di Kecamatan Rengat. Informasi soal Sarden dengan merk LSC Mackerel yang mengandung cacing tersebut diketahui oleh pihak Dinkes Inhu dari petugas kesehatan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). 
 
“Ada lima kaleng Sarden dengan merk yang sama kita temukan di salah satu toko. Setelah dibuka ternyata memang mengandung cacing, ujar Marliwati.
 
Kelima kaleng Sarden tersebut langsung diamankan pihak Diskes Inhu untuk dimusnahkan. Selain di Kecamatan Rengat Sarden dengan merk yang sama juga ditemukan di wilayah Kecamatan Kuala Cenaku. 
 
Penemuan sarden yang mengandung cacing pita di Kabupaten Inhu bermula dari informasi yang diterima oleh petugas Diskes Inhu. Informasi tersebut menyebutkan bahwa ada Sarden dengan merk LSC yang mengandung cacing ditemukan daerah Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).  “Informasi soal Sarden yang mengandung cacing kita dapat dari rekan kita di Inhil, kebetulan ada kasus serupa yang ditemukan di daerah Kempas”, kata Marliwati.
 
Mendengar informasi itu, Diskes Inhu pun langsung menindaklanjuti dan menurunkan tim bersama dengan BPPOM Pekanbaru. 
 
‘’Dari tinjauan di salah satu toko di Kecamatan Rengat kita menemukan Sarden dengan merk yang sama mengandung cacing dalam keadaan hidup. Sementara produk Sarden diperkirakan baru diproduksi sekitar empat bulan dan belum habis masa kedaluarsanya, namun kondisinya sudah berbau. Agar tidak diperjualbelikan Sarden tersebut langsung kita musnahkan,’’ tegasnya.
 
Menyikapi temuan itu, Diskes Inhu mengimbau kepada warga agar tidak perlu resah. Sebab Diskes Inhu sudah menarik produk sarden tersebut dan juga meminta petugas kesehatan yang ada di masing-masing kecamatan untuk melakukan pemantauan.
 
“Apabila ditemukan sarden bercacing lainnya, petugas kesehatan diimbau agar menyampaikan kepada pihak warung atau toko yang menjual sarden itu untuk tidak lagi menjual produk tersebut,’’ pesan Marliwati.asr