Dispar Riau Gelar Pelatihan Manajemen Destinasi Pariwisata


riaupotenza.com

PEKANBARU (RPZ) Provinsi Riau memiliki berbagai destinasi wisata yang tersebar di 12 kabupaten dan kota. Selain modal bagi daerah, destinasi pariwisata yang dimiliki Riau ini juga tidak kalah menarik jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Buktinya setiap tahun slalu saja ada peningkatan kunjungan wisatawan ke Riau mengunjungi destinasi wisata yang ada di Riau, baik dari wisatawan lokal, nasional maupun mancanegara negara.

Agar destinasi pariwisata yang dimiliki Riau ini bisa terus berkembang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, khususnya Dinas Pariwisata Riau terus melakukan pembenahan untuk pengelolaan, diantaranya dengan mempersiapkan manajemen lebih baik dan juga tenaga ahli yang akan mengelola destinaasi kedepan.

Adapun pembenahan yang dilakukan Dinas Pariwisata Riau itu, salah satunya membenahi manajemen pengelolaan dan pemberian bekal pengetahuan pada tenaga pengelola yang merupakan kunci untuk pengembangan destinasi paris kedepan. Seperti yang dilakukan Bidang Destinasi Dinas Partai Riau memberikan pelatihan manajemen pengelolaan destinasi kepada tenaga pengelola pariwisata.

Kegaiatan ini terus dilakukan Dinas Pariwisata Riau setiap tahun, dimana untuk saat ini pelatihan di berikan untuk tenaga destinasi  dari kota Pekanbaru dan kabupaten Kampar yang pesertanya berjumlah sekitar 25 peserta dari utusan masing destinasi pariwisata.

Pelatihan manejemen pengeloaan destinasi pariwisata untuk tenaga manajemen pengelola ini diberikan selama 6 hari mulai tanggal 19 sampai 25 Maret 2018 yang diselenggarakan di Pekanbaru, Selasa (20 /3), dengan menghadirkan narasumber, Kepala bidang (Kabid) destinasi area III, Asisten deputi pengembangan destinasi regional 1, Ramlan Kamarulah, Kabid pengembangan destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupten Malang, Lani Masruro, Wakil Sekjen DPP Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI),Osvian putra, dan juga moderator wartawan senior dari harian Kompas, Syahnan Rangkuti.

Kegiatan ini juga dibuka lansung oleh Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) provinsi Riau, Fahmizal Usman, yang dalam sambutannya mengatakan, maksud dan tujuan kegiatan ini guna tercapainya pemahaman dan pengetahuan tentang tata kelola destinasi diseluruh element masyarakat dalam pengembangan destinasi pariwisata, agar dapat mewujudkan daerah tujuan wisata yang berdaya saing, meningkatkan kerjasama serta keterpaduan antara pemerintah dan pengelola dan pelaku pariwisata.

’’Tujuan kegiatan ini adalah agar pengelola destinasi wisata yang tersebar di kabupaten/kota yang ada di provinsi Riau memiliki pengetahuan dalam mengelola dan mengembangkan destinasi wiasta sehingga sektor pariwisata dapat menjadi sektor unggulan provinsi Riau yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Provinsi Riau,” kata Kadispar Riau, Fahmizal Usman.

Ia menegaskan, guna mendorong sektor pariwisata diperlukan kerjasama yang baik antar stakeholder terkait. Adapun stakeholder dimaksud itu tergabung didalam lima pentahelix  yaitu, Pemerintah, Akademisi, Swasata (pengelola/pengusaha pariwisata), Komunitas dan Media. “Stakeholder ini harus kompak dan bisa merapkan rumus 3S, yaitu solid, speed, dan smart,’’ tegas Fahmizal.

“Solid untuk menegaskan agar sesama regulator itu harus kompak, bersatu, membangun Indonesia Incorporated. Speed, dimaksudkan agar program itu berjalan dengan cepat. Aturan-aturan yang rumit harus disederhanakan agar bisa bergerak lebih cepat. Sementara Smart adalah cara  bekerja yang cerdas. Yang terbaik adalah adalah benchmark. Bandingkan diri atau organisasi anda, dengan yang lain. Para pesaing, rival anda sudah bikin apa," ujarnya.

“Saya pesankan kepada seluruh para peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat belajar dengan baik. Banyak bertanya kepada narasumber, hal ini untuk menambah wawasan serta pengalaman agar dapat mengelola destinasi pariwisata berkelanjutan, mendorong pemanfaatan ekonomi untuk masyarakat lokal ataupun masyarakat tempatan dan pelestarian budaya dan lingkungan,” ungkap Fahmizal.

Fahmizal berharap, kegiatan ini dapat menciptakan pengelola destinasi wisata yang terampil dalam pengembangan destinasi wisata dikabupaten/kota se Provinsi Riau. Terkelolanya Destinasi Wisata yang berdampak pada pengembangan dan pembangunan pariwisata se-provinsi Riau dan meningkatknya jumlah kunjungan wisatawan serta kontribusi yang langsung dirasakan oleh masyarakat dengan bergerak dan berputarnya roda perekonomian masyarakat disekitar lokasi wisata dan terbukanya kesempatan kerja dan semakin meningkatkan jumlah lapangan kerja baru bagi masyarakat tempatan. (cbc/dre).