Giliran Nasabah Bank Mandiri Saldonya Berkurang Misterius


riaupotenza.com

SURABAYA (RPZ) -- Sejumlah nasabah Bank Mandiri di Surabaya menjadi korban aksi pembobolan rekening. Saldo mereka berkurang secara misterius. LDW dan IPH mendapati saldonya berkurang jutaan rupiah, Minggu (18/3).

Raibnya saldo secara misterius itu terjadi secara beruntun pada Sabtu (17/3). LDW total kehilangan lebih dari Rp 2,9 juta. Dalam mutasi rekening, terlihat uang sejumlah itu ditarik empat kali. Mulai Rp 5.000 sampai Rp 1.789.780,15.

’’Saya mendapati saldo saya berkurang tadi siang (kemarin, Red),’’ kata LDW kepada Jawa Pos. ’’Padahal, kali terakhir saya menggunakan rekening itu pada 12 Maret lalu,’’ lanjutnya.

Setiap transaksi rekening LDW juga diikuti charge senilai Rp 20.000. Karena itu, ada anggapan penarikan dilakukan di luar negeri.

Sementara itu, IPH sempat menelepon costumer service Bank Mandiri saat mendapati saldo di rekeningnya berkurang. ’’Dijelaskan oleh petugas bernama Gerry bahwa saldo itu berkurang karena transaksi dari Malaysia. Padahal, saya di Surabaya,’’ ungkapnya.

Selain berkurangnya saldo, ada nasabah yang tiba-tiba kartu ATM-nya terblokir. Di antaranya adalah AGS dan AGK. Tadi malam mereka menelepon ke call centre Bank Mandiri untuk mendapat penjelasan. ’’Call center bilang kartu saya terblokir karena ada percobaan skimming dari Malaysia,’’ kata AGS.

AGK pun berusaha meminta penjelasan kepada call center Bank Mandiri. Sayang, dia tidak bisa mendapat penjelasan kenapa kartu ATM-nya tiba-tiba diblokir. Customer service bernama Iksan hanya menyatakan kartu ATM AGK diblokir tanpa penjelasan sama sekali. ”Iksan hanya bilang saya diminta ke kantor Bank Mandiri terdekat besok,” kata AGK.

”Merepotkan. Saya besok sudah banyak urusan yang harus diselesaikan,” keluhnya. Tidak hanya di Surabaya, saldo seorang warga Kediri juga berkurang di Bank Mandiri. Menyusul sejumlah
nasabah Bank BRI di Kediri yang pekan lalu kehilangan saldo.

Corporate Secretary PT Bank Mandiri Tbk Rohan Hafas belum bisa memberikan penjelasan detail terkait kasus tersebut. Pihaknya akan melakukan identifikasi terlebih dahulu, apakah hal itu terkait skimming atau tidak. Jika kejadian itu terbukti merupakan skimming, Bank Mandiri perlu membuktikan terlebih dahulu dari ATM bank mana data nasabah tersebut dicuri. Apakah dari ATM Bank Mandiri atau bukan.

”Identifikasinya 1 hingga 2 hari. Sebab, kartu itu kan bisa ditransaksikan di ATM bank mana saja, tidak harus di ATM Bank Mandiri,” kata Rohan. Terkait saldo LDW yang menghilang sekitar Rp 2,9 juta, Rohan menyebut transaksi berasal dari mesin electronic data capture (EDC). Itu terlihat dari penjelasan transaksinya. Rohan mengatakan bisa jadi itu adalah skimming. ”Diduga skimming, tapi masih butuh pembuktian dulu,” lanjutnya.

Jika semua nasabah tersebut terbukti menjadi korban skimming, Bank Mandiri akan segera mengganti uang yang hilang kepada nasabah. Namun, sejauh ini Rohan yakin Bank Mandiri tidak kebobolan soal keamanan data nasabah.

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi meminta bank dan pemerintah segera mengganti dana masyarakat yang hilang. Nasabah menjadi pihak yang sangat dirugikan karena peristiwa itu. Meski dana dikembalikan, mereka harus repot-repot mengurus ke bank.

”OJK (Otoritas Jasa Keuangan) harus melakukan audit terhadap sistem perbankan di Indonesia, termasuk BRI. Seringnya kasus serupa terjadi menunjukkan sistem TI perbankan di Indonesia lemah. Hal ini sangat
membahayakan bagi perlindungan konsumen dan sektor perbankan itu sendiri,” tegas dia. (alz/rpz)