Jika Ada Unsur Kelalaian Pihak PT NSP Bisa Jadi Tersangka


riaupotenza.com
Ilustrasi(Net/istimewa)

SELATPANJANG(RPZ)-Kelanjutan atas Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di Desa Lukun, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti beberapa waktu lalu, pihak Kepolisian sudah memanggil beberapa saksi, termasuk pihak PT. NSP.

Dipanggilnya jajaran PT NSP, disebabkan Karlahut itu juga ikut menghanguskan lahan konsesi mereka dengan taksiran besaran lebih kurang 50 Hektar. 

"Pihak perusahaan juga sudah kita panggil. Semua kemungkinan bisa saja terjadi. Yang kita dalami itu apakah ada unsur kelalalaian yang ditimbulkan oleh Pihak PT NSP sehingga laham mereka ikut terbakar," ujar Kasat Reskrim, Polres Kepulauan Meranti, AKP Rusyamdi Zuhri Siregar SH.

Memang awal mula Karhutla di Lukun, berawal dari lahan masyarakat. Tetapi akhirnya terus meluas dan juga membakar lahan perusahaan HTI Sagu itu.

"Yang terbakar masuk dalam wilayah konsesi perusahaan. Yang berupa tanaman kehidupan," tambahnya kepada awak media, Selasa (14/3) siang.(Wira)