 Sidang Terpaksa di Skor

Terdakwa Pencurian Serang Saksi di Ruang Sidang


riaupotenza.com
INSIDEN : Ketua PN Bengkalis DR. H. Sutarno, SH saat berbincang-bincang dengan anggota Komisi Yudisial (KY) pasca inseden, terdakwa mengamuk kepada saksi korban di ruang Kartika, Rabu (14/3/2018).(sukardi)

BENGKALIS (RPZ) — Insiden mengejutkan sejumlah pengunjung dan tamu yang berperkara di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis Kelas II terjadi, Rabu (14/3/2018). Seketika majelis hakim baru saja membuka sidang di ruang Kartika, tiba-tiba terdakwa kasus pencurian diketahui bernama Hadumun Tambunan melabrak saksi korban.

Aksi tonjokan oleh terdakwa kasus pencurian itu membuat seluruh pengunjung dan tamu di PN Bengkalis berusaha melihat dari dekat. Bahkan petugas dari Komisi Yudisial (KY) yang sedang mengikuti jalannya sidang perkara gugatan di ruang Cakra turut keluar dan mengambil keterangan.

Pantauan Riaupotenza.com di PN Bengkalis. Aksi terdakwa menyerang saksi itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Terdakwa Hadumun Tambunan sempat mengeluarkan ancaman terhadap saksi korban yang baru saja dihadirkan dalam persidangan. Saksi korban sempat dikejar dan nyaris mendapat bogem mentah dari terdakwa.

Insiden itu terjadi dihadapan majelis hakim, dan aparat pengamanan tahanan dari kepolisian resort (Polres) Bengkalis. Untungnya, aksi itu bisa segera dianulir, kendati terdakwa masih belum menerima hal itu.

Tampak Ketua PN Bengkalis DR. H. Sutarno, SH sempat berbincang-bincang dengan anggota KY yang berada di sela-sela gedung PN Bengkalis. Anggota KY berjumlah empat orang itu berbincang serius dengan Ketua PN Bengkalis.

Ditemui Posmetro Mandau, Ketua PN Bengkalis DR. H. Sutarno, SH mengatakan, pada prinsipnya kejadian ini diluar dugaan, dan saat ini juga keamanan juga sudah cukup.

“Kemungkinan antara terdakwa dan korban sebelumnya sudah ada masalah. Begitu melihat korban yang menjadi saksi dipengadilan, muncul dipersidangan dan mengejar korban,”katanya.

Sutarno juga mengutarakan, kebetulan saat ini ada rekan-rekan dari KY yang sedang memantau jalannya sidang. KY juga perlu masukan-masukan.

“Kebetulan ada rekan-rekan KY yang sedang memantau, kita berikan masukan, silahkan sampaikan ke atasan, kondisi riil kami saat ini dengan volume kerja yang lebih berat, rekan-rekan hakim belum mendapatkan pengawalan yang belum maksimal,”terangnya.

Ia juga mengatakan, PN Bengkalis siap dikritisi. Namun tentunya juga ada sisi baiknya yang diambil.

“Saya boleh dikritisi, tapi tolong sampaikan juga, bahwa hakim dalam persidangan butuh kenyamanan dan keamanan jangan ada teror-teror yang bisa membuat psikologis hakim jatuh, kasihan hakim, bekerja dari pagi sampai sore, nah tentunya butuh sistem pengamanan, sangat saying jika pengamanan hakim juga tidak dijamin,”paparnya.

Sementara itu, untuk pengamanan tahanan, itu sudah cukup, baik Polres berseragam lengkap dan senjata lengkap, kemudian dari Kejaksaan Negeri, dan pegawai pengadilan negeri. Semua sudah stanby dan siap untuk menjalankan tugasnya.

“Intinya saya cermati, antara terdakwa dan korban sudah ada masalah sebelumnya, korban sebagai saksi ketika masuk ke ruang persidangan, ternyata membuat letupan amarah terdakwa, lantas terdakwa emosi dan berusaha menyerang saksi,”paparnya.

Terkait prasarana, Sutarno mengatakan, sejauh ini prasarana sudah tersedia secara baik. Ada tiga ruang tahanan, 2 ruang tahanan umum, dan 1 tahanan anak. Ruang tahanan yang ada sudah dilengkapi dengan AC pendingin.

“Bagi kami ruang tahanan sudah bagus, sudah dilengkapi AC pendingin, supaya saat menunggu sidang sudah nyaman, sudah bisa meredam emosi, harapan saya itu,”tandasnya.(pmc)