 Saksi Penggugat Sidang Perdata Sabar Samosir Cs Vs PT. SIS

Ketua BPD : Penentuan Batas Melalui Kesepakatan


riaupotenza.com
DIAMBIL SUMPAH : Sejumlah saksi yang dihadirkan di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis dalam sidang gugatan perkara perdata antara Sabar Samosir Cs Vs PT. Sinar Inti Sawit (SIS) diambil sumpahnya oleh majelis hakim, Rabu (14/3/2018).(sukardi)

BENGKALIS (RPZ) — Sidang keterangan saksi penggugat Sabar Samosir Cs menghadapi PT. Sinar Inti Sawit (SIS) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Rabu (14/3/2018). Penggugat melalui kuasa hukumnya Albert Hamonangan Simatupang, SH, MH menghadirkan saksi Ketua BPD Tasik Serai Barat Kamsah, yang dulunya Desa Tasik Serai, pasca pemerakaran oleh pemerintah daerah.

Dalam kesaksiannya dihadapan Majelis Hakim diketuai  Zia Uljannah Idris, SH, MH didampingi dua hakim anggota Aulia Fhatma Widhola, SH, MH, dan Wimmi D Simarmata, SH. Kamsah, selaku pihak yang ikut dalam tim penetapan tapal batas desa menjelaskan, jika penentuan batas desa melalui kesepakatan bersama antara desa dan kecamatan.

“Desa dan kecamatan sepakat pasang pal, dibantu oleh konsultan, kemudian kami dari tim desa menentukan titik koordinat, bagaimana caranya tapal batas itu tidak dikatakan sah, sementara konsultan juga diminta memasang pal batas desa itu, kemudian memasang batunya baru dipasang kuningan itu, jadi pemasangan tidak sembarang pasang, harus ada kesepakatan antara desa dan kecamatan begitu juga melibatkan konsultan,”kata Kamsah.

Kamsah juga mengakui, terkait dengan areal lahan sengketa antara Sabar Samosir dengan PT. SIS ini, jelas-jelas diketahui lahan itu milik Sabar Samosir Cs, dan sampai hari ini tapal batas yang diketahui ada di lokasi lahan sengketa itu tidak berobah atau bergeser sedikitpun. Kecuali titik koordinatnya di rubah.

“Jujur saja, lahan saya ada disana dan saya juga menjualnya dengan pak Sabar Samosir, lahan seluas 6 hektar. Lahan itu pemberian pakcik saya, dan saya jual ke pak Sabar Samosir. Artinya, kaitan dengan lahan sengketa ini, saya hanya bertindak memberikan keterangan sesuai tupoksi saya sebagai Ketua BPD,”katanya.

Dalam persidangan itu, sejumlah pertanyaan dilontarkan kepada saksi penggugat. Semua pertanyaan terjawab, jika tapal batas antar desa di wilayah lahan sengketa pernah disahkan dan pernah dibuat oleh kesepakatan antara desa dan kecamatan sebelum terjadi pemekaran desa.

Sidang gugatan perdata yang dimulai pukul 10.30 WIB itu berakhir hingga pukul 11.30 WIB. Untuk selanjutnya sidang ditutup oleh majelis hakim, dan dilanjutkan pada dua minggu mendatang dengan agenda keterangan saksi dari tergugat.

Dalam sidang majelis itu, kuasa hukum tergugat PT. SIS dihadapan Majelis Hakim diketuai  Zia Uljannah Idris, SH, MH bakal menghadirkan sebanyak 7 saksi pada sidang berikut.

“Kita lihat saja, bagaimana kesaksian dari keterangan saksi penggugat. Saya sempat kaget, kuasa hukum PT. SIS akan membawa 7 saksi, hanya saja ada yang janggal. Jika menghadirkan 7 saksi, sampai hari ini mereka (tergugat,red) tidak mendasar, sebab mereka tidak pernah menampilkan bukti satu lembar pun di pengadilan, itu yang saya ragukan. Bukan kita takut, atau apa, mau 100 saksipun kita tidak permasalahkan,”kata kuasa hukum Sabar Samosir Cs, Albert Advokat Law Office Simatupang & Partners yang bermukim di Jakarta ini.(pmc)