Seorang CJH 2018 Meninggal Dunia

CJH Wafat Bisa Digantikan Ahli Waris, Kemenag Meranti Masih Menunggu PMA


riaupotenza.com
Kepala Seksi Haji, Kemenag Kepulauan Meranti Hasbullah SAg

SELATPANJANG(RPZ)-Menanggapi wacana terhadap calon jemaah haji (CJH) yang wafat dapat digantikan oleh ahli waris, Kantor Kementerian Agama (Kemenag)Kepulauan Meranti masih menunggu penerbitan peraturan dari Kemenag Pusat.

"Saat ini kita sedang menunggu Peraturan Menteri Agama (PMA). Namun besar kemungkinan tahun 2018 ini sudah diberlakukan," ungkap Kepala Seksi Haji, Kemenang Kepulauam Meranti, Hasbullah SAg.

Namun dijelaskannya, dalam wacana itu hanya berlaku terhadap calon jemaah haji yang telah masuk kedalam daftar estimasi keberangkatan. 

Seperti yag dirilis oleh Kemenang Provinsi Riau, untuk tahun ini Kabupaten Kepulauan Meranti terdapat 90 CJH yang akan diberangkatkan. Termasuk dalam angka itu, 4 orang diantaranya adalah cadangan. 

"Tahun ini ada sembilan puluh orang CJH, empat orang diantaranya cadangan," ungkap Hasbullah, kepada Pekanbaru Pos, Rabu (14/3) siang. Selain itu, dari jumlah total saat ini terdapat satu orang CJH asal Meranti yang meninggal dunia, namun pihak ahli waris sedang melakukan proses pemberkasan. 

"Satu orang yang meninggal. Saat ini pihak keluarga sedang mengurus pemberkasannya. Jika aturan pegantian terhadap CJH yang meninggal dunia itu terbit, ya mudah mudahan bisa digantikan dengan ahli warisnya," ujar Hasbullah. 

Menurutnya lagi, ahli waris yang dapat menggantikan adalah suami/istri/anak kandung yang dibuktikan dengan hasil penetapan pengadilan. 

Selain itu ahli waris yang ditunjuk harus mengajukan ke Siskohat Kemenag Pusat, karena di daerah tidak bisa mengubah nomor porsinya.

"Namun untuk ahli waris itu hanya tiga saja, istri atau suami, dan anak. Dan sebagai pengganti itu harus ditetapkan oleh pengadilan, dan itu urusan ke Kemanag Pusat," kata Hasbullah.(Wira)