Upaya Peningkatan Status, Pos AL Ke Lanal Tipe C

Pantai Pulau Terluar Di Meranti Ini Hanya Dijaga Enam Personil TNI AL


riaupotenza.com
Ilustrasi (Net)

SELATPANJANG(RPZ)-Ditetapkan sebagai pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Malaysia serta Singapore, pesisir pantai Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti ini hanya dijaga enam orang personil Angkatan Laut (AL) 

Enam orang personil AL itu juga tesebar di Dua Posmat yang berada di Kecamatan Rangsang, dan Rangsang Barat. Seperti diungkapkan oleh Komandan Pos TNI AL Kepulauan Meranti, Lettu Laut Indra Gunawan, Kepada Pekanbaru Pos, Senin (12/3) siang. 

"Iya, di sana Pesisir Pantai Pulau Rangsang itu memang hanya ada dua Posmat saja, setiap Posmat terdiri dari tiga personil," ujarnya. 

Menanggapi hal tersebut, dia juga tidak menyangkal jika 6 orang Personil AL yang memantau Pulau Rangsang masih sangat jauh dari jumlah maksimal. 

"Iya memang sedikit. Terlebih secara keseluruhan di Meranti saja, Pos AL kami hanya terdapat satu Pleton yang diisi 10 sampai 15 orang personil TNI AL," ungkapnya. 

Menyikapi hal itu, pihaknya sedang mengupayakan percepatan peningkatan status, dari semula hanya Pos AL, menjadi Pangkalan TNI AL atau Lanal Tipe C . Dalam tahapan itu, saat ini Ia sedang berusaha untuk membangun Mako Lanal, dan berupaya mempersiapkan lahan strategis seluas 2 hektar. 

Indra Gunawan juga sangat berharap dukungan dan peran dari pemerintah daerah atas persediaan lahan yang dimaksud. 

"Makanya kami berencana akan membangun Mako Lanal di Meranti. Utuk itu kami sudah mengajukan permohonan kepada Pemda Meranti untuk dapat menyediakan lahan seluas dua hektar untuk itu," ungkapnya. 

Selain minimnya jumlah personil, percepatan peningkatan status itu juga mengingat kondisi Posal Selatpanjang-Meranti yang sangat memperihatinkan.

"Kondisi bangunannya itu udah miring. Kira-kira miringnya kurang lebih sekitar 25 sampai 30 centimeter, akibatnya beberapa bagian bangunan pun ikut retak," ungkapnya.

Selain itu menilik pada kondisi dermaga dadakan, pihaknya terpaksa menyandarkan kapal patroli yang kerap dipanggil KAL Jemur dengan tiang pancang nibung tidak jauh dari Pos.

"Mana ada kami dermaga khusus. Asal tidak jauh Pos kami sandarkan Kapal Patroli KAL Jemur dengan beberapa pancang nibung," ujarnya.

Menanggapi hal itu, pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Merantin mengaku, saat ini sedang berupaya mecari lahan yang cocok untuk pemabangunan Mako AL yang dimaksud. 

"Iya mereka sudah ada kordinasi ke kami. Saat ini kami sedang lakukan pembahasan untuk mencari titik lokasi yang dapat menjadi pilihan oleh mereka nantinya," ungkap Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Setdakab Meranti, Mulyadi.

Menurutnya, dalam waktu dekat sudah bisa di survey, namun dalam layaknya lokasi yang diusulkan, semua tergantung kesedian Danposal. 

"Namun penentuan laiknya titik lokasi tergantung Kebutuhan Mereka. Jika siap lahan yang kami usulkan, jelas tidak akan menghambat proses hibahnya nanti," ujarnya. (Wira)