Satu Persatu Proyek Pemprov Tuntas Dilelang


riaupotenza.com
Proyek pembangunan fly over simpang Pasar Pagi Arengka dan simpang SKA termasuk proyek yang sudah tuntas pelelangannya oleh ULP.

PEKANBARU (RPZ) - Unit Layanan Pelelangan (ULP) Pemprov Riau menuntaskan satu persatu pelelangan proyek pembangunan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Baik proyek infrastruktur maupun pembangunan gedung dan lainnya yang sebelumnya telah direncanakan Pemprov Riau.

Jika sebelumnya ULP Riau telah menuntaskan lelang pembangunan dua fly over di Pekanbaru, kali ini ULP Riau kembali menuntaskan lelang untuk pembangunan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dan markas Polda Riau.

Menurut Kepala biro Pembangunan Riau Indra SE, pemenang lelang untuk pembangunan gedung Kejati Riau adalah PT Hutama Karya (HK) dengan nilai tender sebesar Rp89 miliar. 

Sedangkan untuk gedung Mapolda Riau dimenangkan oleh PT MAM dengan nilai tender Rp161 miliar, yang sebelumnya telah menjalani proses lelang sesuai aturan di ULP.

“Saat ini dalam proses masa sanggah hingga 15 Maret, setelah itu baru dilaporkan pada OPD untuk melanjutkan pada proses kontrak pengerjaan,” kata Indra, Senin (12/3) di Pekanbaru.

Pelelangan untuk pembangunan gedung Kejati dan Mapolda Riau ini jelasnya, juga sudah sesuai persetujuan dari Kementrian melalui proses pelelangan, sehingga kedepannya tidak ada lagi permasalahan, yang sudah bisa diselenggarakan sebagaimana mestinya oleh pihak kontraktor sebagai pemenang lelang.

“Kita sudah menjalankan proses lelang Sebagaimana mestinya, jadi untuk teknis kedepan itu berada pada masing-masing OPD,” ujarnya.

Indra juga mengakui, hingga saat ini masih banyak OPD yang ada dilingkungan Pemprov Riau yang belum memasukan kegiatan untuk dilelang, hal itu juga terlihat dari jumlah yang saat dalam proses lelang sesuai dengan jumlah sebelumnya yaitu sekitar 69 paket yang sudah ditunfaskan sebanyak 34 paket.

“Jumlah ini khusus untuk paket besar yang sebelumnya masuk dalam prioritas,” katanya.

Terkait OPD yang belum memasukan pelelangan kegiatan, Indra mengakui tidak ingat secara detail, namun dari jumlah yang ada dan sudah masuk dalam proses masih banyak OPD yang belum memasukan dengan belum diketahui apa alasannya.

“Apa OPD-nya kita tidak ingat apa saja, tapi itu bisa dilihat dari proses yang sudah berjalan atau di Web ULP yang bisa ditanyakan lansung pada OPD nya,” tutur Indra. (dre)