2016-2017 Tujuh Orang PNS Mendapat Sanksi Pemecatan

2018 Tujuh Orang PNS Meranti Terancam Dipecat


riaupotenza.com
Ilustrasi (Net)

SELATPANJANG(RPZ)-Tahun 2018 ini, sebanyak tujuh orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Kabupaten Kepulauan Meranti terancam di pecat.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah Meranti, melalui Kabid Pengembangan, Pembinaan dan Kinerja Aparatur, H Haramaini, Senin (12/3) siang. 

"Tahun ini, PNS yang bermasalah itu ada tujuh orang. Dua orang itu diantaranya masih disinyalir melanggar kode etik PNS. Kalau yang lima orang lagi terlibat tindak pidana korupsi, tuntutannya sudah ingkrah dan telah ditetapkan bersalah oleh pengadilan 2017 lalu, " ungkapnya. 

Keputusan pemecatan terhadap lima orang oknum PNS yang beberapa dari mereka sedang, dan telah menjalani hukuman kurungan itu sepenuhnya berada di tangan PPK, yakni Bupati Meranti. 

Parahhnya lagi, dari prediksi yang akan melalui proses pemecatan itu juga tidak hanya kepada tujuh orang Oknum PNS terkait, besar kemungkinan akan bertambah.

Namun hal itu dibantah oleh H Haramaini, tambahan terhadap dua orang Oknum PNS yang tersandung Tipikor yang dimaksud menurutnya belum terbukti bersalah. 

"Belum lama ini memang ada dua orang pejabat tersandung Tipikor, namun status mereka berdua saat ini hanyalah sebagai tersangka, sehingga belum bisa diambil tindakan secara tegas, karena belum terbukti," tambah Hatamaini. 

Disamping Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti masih kekurangan seribuan PNS, pembentukan karakter mesti dilakukan. 

"Itu masuk kedalam upaya dalam membangun citra PNS dan karakter yang baik kepada semua PNS yang ada di Meranti. Mulai dari sanksi ringan, sedang hingga berat," ungknya. 

Dari catatan BKD, sepanjag 2016 hingga 2017 saja terdapat tujuh orang PNS yang dipecat oleh Pemda Kabupaten Kepulauan Meranti. 

Dari tujuh orang itu paling banyak tersandung masalah absensi. "Bayak dari mereka itu tersandung masalah absensi. Dan itu terhitung dari tahun 2016 himhga 2017 lalu. Dan 2018 masih proses," ungkpanya.(Wira)