#Gaji PNS Akan Dipotong 15 Persen

Fully Funded Kemenpan-RB, Diresahkan PNS Meranti


riaupotenza.com
Efendi SAg bersama sejumlah murid SMPN 2 Kabupaten Kepulauan Meranti-Riau

SELATPANJANG(RPZ)-Wacana pemerintah pusat atas fully funded diresahkan oleh sejumlah PNS Kabupaten Kepulauan Meranti. 

Kebijakan pemotongan gaji pokok PNS 15 Persen untuk menutupi tunjangan pensiunan PNS itu dinilai bisa menimbulkan beban baru, disamping masih banyak pemotongan lain lain. 

"Kami ini sudah susah malah akan tambah susah, disamping banyaknya pemotongan terhadap gaji kami. Dan itu semua kebijakan pemerintah," ungkap salah seorang Guru SMPN 2 di Meranti, Efendi SAg. 

Menurutnya dalam wacana fully funded tersebut mesti dikaji secara mendasar terhadap besarannya. Jangam sampai seluruh PNS dari Sabang sampai Marouke disamaratakan laik hidupnya.

"Setuju saja gaji kami dipotong sebagai keperluan penutupi tunjangan pensiun, namun besaran pemotongan mestilah seimbang. Jangan sampai akibat pemotongan itu nantinya berdampak pada kebutuhan mendasar kami," ujarnya kepada Pekambaru Pos, Minggu (11/3) siang. 

Alasannya, setiap daerah kebutuhan kehidupan seluruh PNS itu diukur dari asal tempat bekerja, dan itu tergantung atas duduk geografis. Terlebih di Meranti banyak pulau yang dipisah oleh laut dan jauh dari pusat kota. 

"Kalau gaji habis diongkos kerja, serta potongan lain lain dari pendapatan pokok yang besar, mau makan apa kami. Belum lagi membayar listrik, kredit Motor, KPR rumah, Taspen, zakat dan lain lain," ungkapnya. 

Untuk itu Pemerintah harus melakukan kajian yang mendasar sebelum menerbitkan aturan yang sipatnya dapat mengganggu kesejahteraan PNS.

Dan wacana itu menurutnya memiliki konsekuensi. Mengngat skema yang di pakai adalah iuran, biasanya iuran itu tidak mesti ada patokan besarannya.

Senada denganya, Sandra Shi, seorang guru di salah satu sekolah dasar, Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti juga ikut mengeluhkan wacana tersebut. 

Dalam hitungannya, dengan besaran gaji pokok Rp 2,9 juta lebih, jika nanti dipotong 15 persen untuk dana pesiun hasilnya setara dengan Rp 300 ribu/bulan. 

Menurutnya potongan gaji sebesar Rp 360 ribu khusus untuk dana pensiun bagi PNS baru itu sangat memberatkan.

’’Belum lagi misalnya ditambah dengan kewajiban zakat di Baznas 2,5 persen, Taspen dan lain-lain," ujarnya

Jangan sampai hanya gara-gara ingin menaikkan nilai manfaat dana pensiun, kelak para PNS justru menjadi sengsara ketika masih aktif bekerja.(Wira)