Pemda Penuhi Permintaan BPN, Puluhan Juta Lesap

Diserobot Warga, 8 Ha Lahan RSUD Meranti Diukur Ulang


riaupotenza.com
RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti

SELATPANJANG(RPZ)-Pengukuran ulang lahan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti terpaksa mengeluarkan biaya puluhan juta rupiah kepada BPN Meranti. 

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Aset Badan Pengelolaan Keungan dan Aset Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Merwan, kepada Pekanbaru Pos Group, Jumat (9/3) siang kemarin. 

Kebijakan itu diambil mengingat sejumlah tapal batas lahan RSUD Meranti seluas 8 hektar sudah hilang, dan kuat dugaan diserobot oleh warga setempat. 

"Seluas 8 hektar lahan RSUD itu merupakan aset Pemda, dan sampai saat ini kami tidak tau titik batas lahannya, karena memang sudah hilang. Kuat dugaan diserobot oleh warga," ungkapnya.

"Menyikapi itu kita harus lakukan pengukuran ulang atau pengembalian batas. Dan itu harus dilakukan oleh BPN Meranti," ujar Marwan.

Dalam kegitan pengukuran ulang satu persil sertifikat seluas 8 hektar oleh BPN Meranti itu juga, saat ini pemda telah mengelontorkan anggaran hampir sebesar Rp. 30 juta. 

"Setidaknya hampir Rp. 29 juta sekian, atau hampir Rp. 30 juta anggaran murni yang digelontorkan kepada BPN Meranti dalam melaksanakan kegiatan tersebut," Tambah Marwan. 

Terhadap spesefikasi perkerjaan  atas peruntukan dari besaran nominal tersebut, Marwan mengaku tidak tau pasti. 

"Tidak tau saya spesifikasinya untuk apa saja. Kita keluarkan anggaran itu sesuai dengan persyaratan ADM sesuai dengan petunjuk BPN Merati," ujarnya. 

Memang upaya pengukuran ulang lahan RSUD tersebut telah lama diagendakan. Malahan kegiatan itu telah diajukan pada Anggaran Perubahan Meranti 2017 lalu. 

Mengingat minimnya porsi waktu pada akhir tahun 2017, BPN Meranti tidak mau melakukan proses pengukuran tersebut. Sehingga kembali dituangkan pada APBD Murni 2018. 

"Kegiatan itu telah dianggarkan di Perubahan 2017, karena waktu minim (akhir tahun) BPN Tidak mau. Sehingga kembali diajukan murni 2018," ungkapnya. 

Terhadap proses di BPN Meranti, awal Februari 2018 lalu telah dibayarkan hampir Rp. 30 juta, menindaklanjuti itu juga BPN telah dua kali melakukan pengukuran. 

Menurut marwan tidak lama lagi pekerjaan itu akan rampung sesuai harapan.(Wir)