PPP Tolak Gabung Bentuk Koalisi Poros Islam Pemilu 2019


riaupotenza.com

(RPZ)  – Partai Persatuan Pembangunan atau PPP menolak diajak bergabung untuk memunculkan calon presiden melalui poros baru koalisi partai berbasis massa Islam di Pemilu 2019. 

Sekretaris Jenderal PPP, Asrul Sani menyatakan, partainya sudah berkomitmen mendukung calon Presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden, melanjutkan kepemimpinannya di periode kedua. 

Hal itu telah dideklarasikan partai berlambang Kakbah tersebut, saat Musyawarah Kerja Nasional PPP, Juli 2017 silam.  "Karena, PPP sudah mendeklarasikan diri lewat forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah muktamar untuk mengusung pak Jokowi," kata Asrul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis 8 Maret 2018.

Namun, Asrul menyatakan, partainya tetap menyambut baik wacana itu. Jika didekati, Asrul  mengemukakan, partainya justru mengajak koalisi partai Islam untuk mendukung Jokowi.

Ia berharap, poros koalisi partai nantinya bisa mengajukan nama calon wakil presiden. "Nah, kalau ditambah poros Islam yang juga bergabung, kan ini menjadi lebih baik," kata dia. Sebelumnya, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy menyebut peluang sejumlah partai berbasis Islam membangun poros baru. 

Selain partainya, Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera disebut sangat mungkin diajak bergabung, meskipun belum ada komunikasi resmi terkait hal ini. "Saya menilai, yang ada peluang itu bergabungnya partai-partai Islam yang tersisa di luar PPP, karena PPP sudah declare akan bersama pak Jokowi," kata Lukman beberapa waktu lalu.(alan/rpz)