Kasir CV SJ Didakwa Gelapkan Uang Rp500 Juta


riaupotenza.com
Kasir CV. Sikma Jaya Evi Ronauli (32), saat menjalani sidang di PN Rohil, Selasa (6-3).

UJUNGTANJUNG (RPZ) - Majelis Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Rohil, pada Selasa (6/3) sekira pukul 18.15 WIB menggelar sidang terhadap Evi Ronauli (32) yang selaku Kasir di CV. Sikma Jaya bergerak di bidang Suplayer Buah Sawit di Kecamatan Pujud, Kabupaten Rohil.

Informasi dirangkum, perempuan ini menjalani sidang serta menjadi terdakwa di PN Rohil, karena ia diduga telah melakukan penggelapan dana perusahaan CV. Sikma Jaya sebesar Rp500 juta lebih.

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ini dipimpin oleh Hakim Ketua Rudi Ananta Wijaya SH MH Li, disampingi dua hakim anggota Lukman Nulhakim SH MH dan Rina Yose SH, dibantu dengan Panitra Pengganti (PP) Richa Rionita Meilani Simbolon SH. Sementara bertindak selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maruli Tua Sitanggang SH, dan terdakwa didampingi Penasehat Hukum (PH) Jekson Nababan SH.

Saksi Atur Sihombing (31) dalam keterangannya mengatakan, bahwa ia bekerja di CV.Sikma Jaya sejak Juli tahun 2013. Sementara mulai awal tahun 2015 sampai saat ini ia menjabat sebagai Wakil Direktur di CV.Sikma Jaya. “CV.HKBS bekerjasama dengan CV.Sikma Jaya, karena CV.HKBS merupakan perusahaan pembeli bahan baku. Sedangkan CV.Sikma Jaya sebagai suplayer,” terang saksi Atur Sihombing.

Menurut Atur Sihombing, terdakwa Evi Ronauli menjabat di CV.Sikma Jaya sebagai kasir di unit HKBS Pujud. Pada awal Desember 2016 sampai Bulan Februari 2017 analisa arus pengeluaran keuangan tidak lancar, sehingga membuat Atur Sihombing curiga. Karena pada saat itu tahun 2017 dana yang tersedia di kas atau saldo Rp400.000.000.

“Pada awal tahun 2017, semua panjar Tandan Buah Sawit (TBS) atau uang muka pemberian dari setiap agen wajib dilaporkan ke meja saya. Karena setiap kerjasama dengan setiap agen sudah ditentukan setiap Satu (1) tenol atau setengah tahun dan setiap pemberian panjar tersebut harus melalui hasil survey juga,” terang Atur Sihombing.

Atur Sihombing menambahkan, bahwa pada Juni 2016 uang yang ditranfer ke rekening Parulian Sinaga sebanyak Rp270.000.000 yang dibekukan ke kasir Rp70.000.000. “Sebulan setelah transaksi saya tidak menerima laporan dari kasir maupun laporan dari keuangan, dan setiap laporan dari kas dan keuangan serta laporan dari akunting sering terlambat,” paparnya.

Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim menanyakan kepada terdakwa apakah benar atau ada yang dibantah terhadap keterangan saksi. “Ada Yang Mulia, perlu diketahui saya tidak mengetahui SOP baru yang dibuat oleh wakil direktur dan saya tidak mengetahui perubahan arus kas pada saat itu serta tim audit internal tidak memeriksa saya pada saat itu,” cetus Evi Ronauli.

Suasana sidang mulai memanas, karena proses sidang dimulai sejak pukul 18.15 WIB sampai pukul 22.20 WIB, akhirnya majelis hakim menunda sidang itu. “Sidang kita lanjutkan minggu depan, pada hari yang sama dengan agenda mendengarkan keterangan saksi lainnya,” tutup Rudi Ananta Wijaya, sambil mengetuk palu tanda ditutupnya sidang itu.Fen