Dari Malam Kesenian Rakor Wisata Riau 2018

Pemkab se Riau Diundang Hadiri Bakar Tongkang


riaupotenza.com
Kegiatan ritual bakar tongkang di Rohil.

BAGANSIAPIAPI (RPZ) - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir bersama Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Riau, Selasa (6/3) malam menggelar malam pentas seni Bagan Haritage di depan Gedung Daerah Rohil. Pentas seni Bagan Haritage ini merupakan rangkaian dari acara Rapat Koordinasi (Rakor) Pariwisata Provinsi Riau 2018, yang diadakan di Kota Bagansiapiapi, Rohil, Selasa-Rabu (5-7/3).

Malam pentas seni Bagan Haritage ini menampilkan berbagai tarian kreasi, seperti beberapa tari zapin kreasi dan tarian magis Sambang Dewo-Dewo. Tarian Sambang Dewo-Dewo ini diambil dari upacara religi melarung lancang di masyarakat nelayan Panipahan Laut, Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika) yang dibawakan oleh Pusat Latihan Seni (PLS) Sri Kemuning serta para penari zapin dari siswi SMP di Kota Bagansiapiapi. 

Tarian mistik Sambang Dewo-Dewo membuat para peserta rakor terkesima. Begitu juga warga msyarakat yang semula menyaksikan acara dari kejauhan, mendekat menyaksikan lebih jelas tarian yang dibuka dengan bakar kemenyan itu. 

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati H Jamiludin, Sekda H Surya Arfan, Kadis Parpora Rohil H Ali Asfar, Kabid Destinasi Objek Wisata Dispar Riau Andry Rinaldi serta para Kepala Dinas kabupaten dan kota silih berganti memegang lancang. Dan terakhir Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Rohil Hj Suryati yang juga Sekretaris Komisi D Bidang Pendidikan dan Kesra DPRD Rohil. 

Plt Bupati Rohil H Jamiludin, atas nama masyrakat dan Pemkab Rohil menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas pelaksanaan rakor pariwisata yang dilaksanakan di Kota Bagansiapiapi, Rohil. 

Wabup Jamiludin mengatakan di Riau ada tiga ivent wisata yang masuk kalender wisata nasional, yakni ivent wisata Pacu Jalur di Kuantan Singinggi (Kuansing), Ombak Bono di Pelalawan dan ivent wisata nasional Ritual Bakar Tongkang. 

Melalui rakor pariwisara ini, ujar Wabup, diharapkan dapat lebih memajukan pariwisata di Riau. “Semoga dengan rakor ini kita dapat bersama-sama memajukan wisata,” kata Plt Bupati Rohil Drs H Jamiludin, saat menyampaikan sambutan. 

Wabup di kesempatan itu juga menyampaikan Pemkab Rohil akan mengundang Pemda dan Dinas Pariwisata Kabupaten dan Kota, menyaksikan ritual Bakar Tongkang 2018. “Nanti akan kita sampaikan undangan agar bapak-bapak kepala dinas mendapat izin dari Bupati/Wako menghadiri Bakar Tongkang,” ucap Wabup Jamiludin.

Kabid Destinasi Objek Wisata Dispar Riau Andry Rinaldi, mewakili Kadis Pariwisata Riau mengatakan, sangat terharu atas sambutan Pemkab Rohil selama berada di Bagansiapiapi. 

Rakor wisata se Riau 2018, sebut Andry, banyak menghasilkan kesepakatan yang sudah dicapai. “Diantara kesepakatan yang sudah dicapai, pada 2018 dan 2019, Kabupaten Rohil mendapatkan perhatian pada potensi (objek) wisata. Di Rohil, Bagansiapiapi ada ivent wisata Ritual Bakar Tongkang pada Juni 2018. Terimakasih kepada Pak Plt Bupati dan Sekda bahwa kami merasa cukup disambut baik. Selama di sini makan sedap dan tido juga nyenyak,” jelas Andry. 

Kadis Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pemkab Inhu Drs Armansyah menyampaikan hal senada sangat tersanjung disambut Pemkab Rohil dengan sanggat ramah-tamah dan bahkan dihibur dengan acara pertunjukan malam kesenian. 

“Mudah-mudahan rakor ini membuahkan keberhasilan dan dapat mengambil manfaatnya. Objek wisata yang ada diharap menjadi daya tarik kunjungan wistawa, sehingga banyak yang datang,” kata Armansyah. 

Armansyah juga menyampaikan harapan kepada Pemkab Rohil agar Pemkab Inhu diundang menyaksikan Ritual Bakar Tongkang. Jika tidak ada undangan, jelasnya, akan sulit mendapatkan izin dari Bupati Inhu menghadiri Ritual Bakar Tongkang. Beberapa hari di Bagansiapiapi, jelas Armansyah, mereka juga terkesan dengan kopi Bagansiapiapi. Hampir saban malam duduk di kedai menikmati kopi. Kadang, jelasnya, sampai tengah malam baru balik ke hotel. 

“Di sini kami terkesan sekali dengan kopinya. Saya yang tidak biasa ngopi di daerah lain, tapi di sini ngopi. Rekan-rekan ada juga yang sudah beli kopi (Bagansiapiapi) sini sebagai oleh-oleh. Mungkin suatu saat kami bisa datang bersama keluarga anak dan istri kami berkunjung ke Bgansiapiapi,” terang Armansyah. 

Ia juga menyampaikan apresiasi atas diselenggarakan Bagan Heritage di sela pelaksanaan Rakor Pariwisata se Riau 2018. “Bagansiapiapi ini dulunya merupakan tempat penghasil ikan terbesar kedua di dunia. Di buku-buju sejarah nama Bagansiapiapi juga banyak disebut. Sehingga kegiatan Bagan Heritage ini sangat baik, salah satunya mengenang kembali Bagansiapiapi tempo dulu,” pungkas Armansyah.Amr