4000 Ha Lahan Pertanian Jadi Industri, DPKPTP Takut Akan Bertambah

Ranperda RPIK Meranti, Disperindag Tidak Ada Kordinasi ke DPKPTP?


riaupotenza.com
ilustrasi

SELATPANJANG (RPZ)-Dalam Penyusunan Rencana Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) Kepulauan Meranti, Dinas Ketahan Pangan Tanaman Pangan, dan Perternakan (DKPTP) setempat, mewanti-wanti atas penetapan wilayah industri di Meranti. 

Menurut mereka hingga saat ini di Meranti, hampir 4 ribu hektar lahan yang telah dietapkan sebagai wilayah pertanian beralih fungsi. Alih fungsi tersebut dominan dimigrasikan menjadi lahan industri. 

Seperti diungkapkan oleh Kepala Bidang Pertanian, Dinas Ketahan Pangan Tanaman Pangan, dan Perternakan (DKPTP) Kabupaten Kepulauan Meranti, Syafril kepada Pekanbaru Pos. 

Rabu (7/3) siang, Syafril memaparkan, dari 10 ribu hektar lahan pertanian yamg telah ditetapkan oleh RTRW di Meranti, terdapat 4 ribu hektar yang sudah beralih fungsi. 

Tambahnya lagi, dari jumlah tersebut juga terdapat 5 ribu hektar lahan pertanian yang produktif, yang sudah tergarap hampir 4 ribu hektar. 

Dari total itu juga, pihaknya juga sedang berupaya untuk menambah total lahan pertanian yang ada di Meranti. "Bukannya menambah lahan pertanian, takutnya jika salah dalam menetapkan Perda tersebut takutnya malah mengecilkan potensi pertanian kita," ungkapnya. 

"Karena sejauh ini beberapa industri tersebut berdiri di atas lahan pertanian teknis yang sejatinya digunakan untuk mengoptimalkan budi daya pertanian " ungkapnya. 

Tambah Syafril lagi, hingga saat ini belum ada DiaperindagKop berkordinasi kepada DKPTP Meranti dalam menyusun naskah akademik Ranperda tersebut. "Belum ada mereka kordinasi sama kita," ujarnya.(Wir)