200 Ribu Ton Per Tahun, Sagu Meranti Tidak Ada Kotribusi Ke PAD


riaupotenza.com

SELATPANJANG(RPZ)-Walaupun kerap digaungkan menjadi yang terbaik secara nasional dan internasional, produksi tepung sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti belum memiliki kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD). 

Melalui data per 7 September 2017 lalu dari Dinas Perkebunan dan Holtikultura setempat, dengan total lahan 39,424 hektar, hasil produksi sagu 204,632 Ton per tahun, Pemda Kepulauan Meranti merasa kecolongan atas pemanfaatan sektor tersebut.

"Dari ratusan ton per tahun sama sekali belum ada dipungut retribusi atau pajaknya oleh pemerintah daerah. Dasar hukumnya itu memang tidak ada. Kalalu kita tarik bisa jadi pungli," ungkap Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Meranti, Eri Suheri S Sos,

"Kalau merasa kecolongam sih iya, karena dari hulu kehilir sama sekali belum ada kontribusi terhadap PAD. Cuman mau gimana lagi," ujarnya, Selasa(6/3) siang di ruang kerjanya. 

Menyikapi hal itu Pemda Meranti telah melakukan kerjasama dengan Akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM). Menurutnya saat itu kerja sama dipimpin langsung oleh Bupati Meranti, Drs H Irwan Nasir Msi. 

"Rombongan juga dipimpin oleh Pak Bupati, dan ketika itu disabut langsung oleh Ketua Prodi MEP UGM, Prof. Dr. Akhmad Makhfatih, M.A dan Peneliti senior UGM, Prof. Drs. Wahyu Widayat, M.Ec beserta jajaran akedemisi UGM," ungkapnya. 

Dari pertemuan itu pihak UGM sepakat dan siap dalam membantu Pemda Meranti dalam mencari formula guna menggali sumber PAD dari sektor sagu. 

"Mereka siap membantu kita. Terlebih kepada sumber produksi tepung sagu, dan mudah mudahan kerjasama ini berjalan sebagaimana kita harapkan," Kata Heri. 

Menurutnya lagi, saat ini pihak UGM sedang mempersiapkan naskah akademik susunan rancangan peraturan daerah terhadap potensi tersebut. 

"Mereka sedang berupaya membantu kita, saat ini naskah akademik aturan itu sedang dicari celahnya. Kalau sudah siap dapat kita usulkan menjadi Perda," ungkapnya.(Wir)