Februari, Tembilahan Alami Deflasi 0,37 Persen


riaupotenza.com
PENYEBAB DEFLASI-Harga daging ayam dan ikan menjadi penyebab utama deflasi yang dialami Kota Tembilahan pada Februari 2018.

TEMBILAHAN (RPZ) — Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pada Februari 2018 mengalami Deflasi sebesar 0,37 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 135,87. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Inhil, Sukarwanto SST kepada riaupotenza.com, Senin (5/3).
 
Sukarwanto menyampaikan hasil pemantauan BPS Kabupaten Indragiri Hilir di pasar tradisional dan pasar modern/swalayan. Hasilnya, perkembangan harga eceran beberapa komoditas pada bulan Februari 2018 menunjukkan adanya penurunan dibandingkan dengan bulan Januari 2018 lalu.
 
“Deflasi di Tembilahan terjadi karena pengaruh penurunan harga yang ditunjukkan oleh menurunnya indeks kelompok pengeluaran dari kelompok bahan makanan sebesar 1,93 persen dan kelompok  pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,04 persen,” ujar Sukarwanto.
 
Sementara kelompok lainnya mengalami Inflasi, antara lain kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,22 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,11 persen, kelompok sandang sebesar 0,67 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,65 persen dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,22 persen.
 
‘’Laju Inflasi tahun kalender (Februari 2018 terhadap Desember 2017) adalah sebesar 0,32 persen dan laju Inflasi tahun ke tahun (Februari 2018 terhadap Februari 2017) yaitu sebesar 3,52 persen,’’ katanya.
 
Beberapa komoditas penyumbang Deflasi bulan Februari 2018 adalah daging ayam ras sebesar 0,33 persen, udang basah sebesar 0,27 persen, cabai merah sebesar 0,09 persen, apel sebesar 0,04 persen, jeruk sebesar 0,03 persen, petai sebesar 0,03 persen, cabai rawit sebesar 0,03 persen, ketimun sebesar 0,02 persen, serta gabungan komoditas lainnya yang mengalami Deflasi sebesar 0,15 persen.
 
Komoditas yang mengalami penurunan harga pada Februari 2018 adalah daging ayam ras, udang basah, cabai merah apel, jeruk, petai, cabai rawit, ketimun, buncis, tomat sayur, kol putih/ kubis, kembang kol, wortel, jengkol telepon seluler, minyak goreng, terong panjang, kayu balokan, kentang, gula pasir, cabe hijau, susu untuk balita, laptop/ notebook, mesin cuci, semen, jeruk nipis/ limau, sirop, bawang merah, kacang hijau, pembasmi nyamuk spray, bola lampu, dan vitamin.
 
Sedangkan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain, serai, teri, beras, bawang putih, emas perhiasan, telur ayam ras, kacang panjang, rokok putih, ikan asin belah, kembung, belanak, rokok kretek, besi beton, mujair, seng, gabus, kontrak rumah, cumi-cumi, bensin, mobil, mie kering instan, pembalut wanita, sepeda, roti manis, bedak, patin, sepeda motor, alas bedak, seragam sekolah anak dan ikan dalam kaleng.
 
Kemudian, roti tawar, seragam sekolah pria, susu kental manis, busi, sabun cair/cuci piring, penyedap masakan/ vetsin, kemeja panjang katun, santan jadi, seragam sekolah wanita, garam, sabun detergen bubuk/ cair, parfum, shampo, pasta gigi, emping mentah, tepung terigu, kopi bubuk, susu bubuk, pembasmi nyamuk bakar, kecap (isi), obat gosok, minyak rambut, pampers, kompor, pakaian olahraga pria, deodorant, sikat gigi, dan kulkas/ lemari es.
 
Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan Deflasi pada Februari 2018, yaitu, kelompok bahan makanan sebesar 0,5362 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,0022 persen. 
 
Sedangkan kelompok lainnya memberikan andil/ sumbangan Inflasi, yaitu, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,0432 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,0294 persen, kelompok sandang sebesar 0,0503 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,0207 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,0220 persen.
 
Sukarwanto menambahkan pada bulan Februari 2018, dua kota perhitungan IHK di Provinsi Riau selain kota Tembilahan juga mengalami Deflasi. Kota Pekanbaru mengalami Deflasi sebesar 0,27 persen dengan IHK sebesar 133,59 dan Kota Dumai mengalami Deflasi sebesar 0,24 persen dengan IHK sebesar 133,98. Serta kota Tembilahan juga mengalami Deflasi sebesar 0,37 persen dengan IHK sebesar 135,87.sap