Hingga 31 Juli Pelalawan Siaga Karhutla


riaupotenza.com
Bupati Pelalawan HM Harris saat memimpin apel Siaga Karhutla di ruang terbuka hijau depan Kantor Bupati, Senin (5/3) 

PANGKALANKERINCI (RPZ) - Kabupaten Pelalawan masih berstatus Siaga Bancana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Bahkan, darurat kebakaran ini disematkan hinggak 31 Juli mendatang. Betapa tidak, sepanjang 2018 sudah terjadi 11 kali kebakaran dengan luasan mencapai 54 hektar.

Hal ini terungkap saat digelarnya Apel Siaga Darurat Penananggulangan Bencana Karhutla di lapangan terbuka hijau (RTH) depan Kantor Bupati Pelalawan, Pangkalan Kerinci, Senin (5/3).

‘’Saat ini, Kabupaten Pelalawan berada dalam status siaga darurat bencana Karhutla  hingga 31 Juli 2018,’’ungkap Bupati Pelalawan HM Harris yang didaulat memimpin apel siaga tersebut.

‘’Sampai dengan hari ini juga, Kabupaten Pelalawan telah terjadi 11 kali kebakaran hutan dan lahan dengan luas lahan terbakar lebih kurang 54 hektar,’’imbuh Harris membeberkan sudah puluhan hektar yang terbakar sejak dua bulan terakhir awal dan bulan kedua tahun 2018.

Tak ada cara lain sambung mantan Ketua DPRD Pelalawan dua periode ini, Karhutla harus ditekan.  ‘’Kondisi ini hendaknya terus kita tekan, melalui himbauan dan sosialisasi, pemantauan, patroli dan upaya-upaya pemadaman agar tidak meluas dan tidak terjadi lagi,’’tegasnya.

Bahkan ada pesan tak sedap yang disampaikan pemegang gelar adat Datuk Setia Amanah ini, jika Karhutla masih saja terus terjadi maka akan berdampak buruk terhadap jabatan kepolisian dan TNI.

‘’Hasil Rakornas penanggulangan Karhutla beberapa waktu yang lalu di Istana Merdeka Jakarta, Presiden Joko Widodo mengatakan agar tidak terjadi kebakaran dan lahan di suatu daerah. Apabila hal itu terjadi Kapolres dan Dandim akan langsung dicopot,’’ujar Harris mengingatkan pesan Presiden RI kepada Kapolres dan Dandim.

‘’Saya berharap kebakaran hutan yang terjadi di tahun 2014 agar tidak terulang kembali,’’ujarnya berharap.

Diakui Bupati Pelalawan dua periode ini, salah satu pemicu terjadinya Karhutla yang berujung pada kabut asap dipengaruhi cuaca. ‘’Situasi sekarang dipengaruhi oleh cuaca panas dan minimnya curah hujan terutama di daerah pesisir Kabupaten Pelalawan seperti di Kecamatan Teluk Meranti dan Kuala Kampar,’’paparnya.

Mantan Ketua Adkasi ini juga berpesan serta mengingatkan semua pihak, baik TNI, Polri, Pemerintah Daerah serta perusahaan agar melengkapi personel dan peralatan pemadaman sedini mungkin. ‘’Selain itu menginformasikan kepada masyarakat, kelompok masyarakat dan semua pihak agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,’’terang Bupati.

Pimpinan perusahaan bidang kehutanan dan perkebunan, lanjut pejabat nomor satu di Kabupaten Pelalawan ini juga meminta agar berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan memberikan dukungan sumber daya manusia, sarana prasarana pencegahan dan penanggulangan Karhutla baik dalam areal perusahaan maupun desa. ‘’Meningkatkan koordinasi dengan tugas dan kewenangannya mengantisipasi penanggulangan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, mengkedepankan perlindungan masyarakat dari bencana kabut asap,’’ujar Harris menekan  agar para  camat, lurah dan kepala desa mengerahkan partisipasi masyarakat dalam upaya pemantauan, pengawasan, pencegahan dan penanggulangan terjadinya Karhutla kembali.

Kasatgas Karhutla Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan,S.Ik yang juga Kapolres Pelalawan menyemangati  Satgas tim terpadu yang sudah berjalan hendaknya tetap mempertahankan semangat, kekompakan dalam penanganan Karhutla yang terjadi di Kabupaten Pelalawan ini.    ‘’Dalam menangani Karhutla ini, kebersamaan dan kekompakan hendaknya diutamakan,’’katanya.

‘’Kepada Satgas untuk menjaga kesehatan, siap dan cepat penanganan Karhutla agar ditahun 2018 ini kabut asap bisa seminim mungkin kita tekan dan bebas dari kebakaran lahan dan hutan,’’ujarnya berpesan kepada Satgas penangana Karhutla di Pelalawan.

Pada apel siaga tersebut diikuti pasukan dari Polres Pelalawan, Dandim, Manggala Agni Da Op Rengat, Balai Taman Nasional Teso Nilo ( TNTN ), Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan. Sedangkan dari pihak perusahaan tampak dari  PT RAPP, PT Arara Abadi, PT.ADEI  Plantation and Indsutry, PT  Asianagri,  PT  Safari Riau, PT Musimas dan PT. Surya Bratasena.

Selain Bupati HM Harris dan Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan,S.Ik , hadir juga Kodim 0313 Pabung Mayor Untung Prasetyo, Kepala BPBD Pelalawan Hadi Penandio, Kepala Satuan Pol PP dan Damkar H Abu Bakar,FE,S.Pd,M.Ap,  Camat Pangkalan Kerinci Fakhrurrozi,S.Sos serta para lurah.amr