Defisit, OPD Diminta Kurangi Perjalanan Dinas


riaupotenza.com
Bupati Kuansing Drs H Mursini saat menghadiri acara di jakarta beberapa waktu lalu.

Kuansing (RPZ)-Defisit keuangan pada APBD 2018, Pemkab Kuansing mengharuskan seluruh pejabat maupun pegawai pemerintahan untuk bisa mengurangi perjalanan dinas ke luar kota.

Bupati Kuansing Drs Mursini mengatakan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengurangi pengeluaran. Namun meski dalam kondisi defisit, ia menekankan agar tetap meningkatkan layanan publik.

"Layanan publik harus baik, agar investor tidak ragu untuk masuk dan menanamkan modalnya di Kuansing. Selain itu, perbaikan infrastruktur terus dibangun agar pertumbuhan ekonomi terus berjalan,” ujar Mursini kepada Wartawan, saat menghadiri acara panen raya cabe merah keriting dan rawit cap Panah Merah Kelompok Tani Beken Jaya di Desa Benai Kecil, Selasa (20/2).

Menyiasati defisit anggaran ini katanya, pihaknya akan melakukan rasionalisasi dari belanja langsung setiap OPD sebesar 15 persen.

"Karen jika defisit ini tak disiasati, maka nanti akhir tahun utang kita bisa membengkak. Maka ada rasionalisasi," katanya.

Hal senada juga dikatakan Kepala Bappeda Kuansing Ir Maisir. Ia mengatakan bahwa ada rasionalisasi 15 persen setiap OPD dari belanja langsung. Hal ini disebabkan adanya defisit anggaran di APBD 2018 sekitar Rp70 miliar.

"Makanya kita minta OPD berhemat. Salah satunya mengurangi perjalanan dinas atau kegiatan yang sifatnya tak berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat," katanya.

Bahkan katanya, anggaran kegiatan baru bisa dicairkan setelah OPD melaporkan penundaan kegiatan atau membintangi sejumlah kegiatan sebesar 15 persen. 

"Setelah itu OPD mengusulkan kegiatan, baru dana bisa dicairkan. Sebagian besar OPD yang saya tahu dananya sudah cair," katanya.(cil)