Awaluddin Alias Gedang Mengakui Khilah dan Minta Maaf Kepada Wako Dumai


riaupotenza.com
H Awaluddin alias Gedang menyampaikan permohonan maafnya kepada Walikota Dumai H Zulkifli AS terkait pernyataan tidak menyenangkan isu penyuapan kepada dirinya saat pemindahan pedagang pasar Gedang ke pasar Kelakap Tujuh.

DUMAI (RPZ)- H Awaluddin alias Gedang akhirnya secara terbuka menyampaikan permohonan maafnya kepada Walikota Dumai H Zulkifli AS terkait pernyataan tidak menyenangkan berbau fitnah oleh H Awaluddin alias Gedang terhadap Walikota Dumai H Zulkifli AS, yakni isu penyuapan untuk pemindahan para pedagang pasar Gedang ke kelakap tujuh Dumai.

Pernyataan permohonaan maaf ini disampaikan H Awaludin alias Gedang dalam konfrensi Persnya di Media Center yang dihadiri oleh Plt Kabag Humas Pemko Dumai Riski Kurniawan, Kepala Dinas Perdagangan Kota Dumai H Zulkarnaen, Kepala Satpol PP Kota Dumai H Bambang Wardoyo, Kabag Hukum Pemko Dumai Dede Mirza, utusan dari Polres Dumai dan utusan Kodim 0320 Dumai dan dihadiri puluhan awak media baik cetak, elektronik dan online.

'' Saya H Awaluddin alias H Gedang, dari hati yang paling dalam dan ikhlas mengakui kekhilafan saya kepada Pemko Dumai dalam hal ini Walikota Dumai terkait pernyataan saya beberapa waktu lalu. Sebagai orang melayu dan taat hukum, saya siap menerima salah kepada pimpinan tertinggi Walikota Dumai. Sekali lagi saya mohon maaf atas kekhilafan da''ujar Gedang dihadapan perwakilan pemko Dumai dan awak media dalam konfrensi Pers di Media Center Kota Dumai Selasa. (12/2).  
 Dikatakan Gedang, keluarnya pernyataan yang dinilai berbau fitnah tersebut dikarenakan faktor khilaf tidak tau lagi harus berbuat apa saat membela para pedagang pasar Gedang yang belum mau pindah ke pasar Pemko Dumai yakni Pasar Kelakap Tujuh Dumai. '' Saya yang salah, saya tidak tahan melihat kondisi masyarakat Dumai khusus pasar Gedang yang sangat berharap pada saya untuk diperjuangkan nasibnya''imbuhnya. 

Terkait masih adanya pedagang yang bertahan di Pasar Gedang, H Awaluddin alias Gedang sebagai pengelola ini, menegaskan kalau dirinya beberapa hari ini saya tidak bertanggungjawab lagi dengan berdirinya pasar Gedang. '' Saya ingin pasar bersih dan cantik. Untuk itu, saya himbau pedagang Pasar Panglima Gedang untuk pindah ke pasar Kelakap Tujuh secepanya. karena saat ini saya tidak mau lagi meneruskan Pasar Gedang ini'' harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Dumai H Zulkarnaen mengatakan, belakangan ini telah terjadi persoalan terkait relokasi atau pemindahan pedagang pasar Gedang ke Pasar Induk Kelakap Tujuh yang dikelola Pemko Dumai. '' Mudah-mudahan dengan Konfrensi Pers ini, kita dapat menyatukan perbedaan, sehingga Dumai kedepan bisa dibangun lebih baik dan pasar di Dumai khusus pasar Kelakap Tujuh Dumai akan dijadikan pasar Induk ini berkembang''ujar Zulkarnaen. 

Apalagi katanya, H Awaluddin gedang ( pengelola Pasar Gedang red) sangat mendukung, bahkan dia ( Gedang red) sudah minta maaf atas segala yang pernah disampaikannya. Tentunya, dengan permohonan maaf beliau, kami apresiasi dan mendukung. Karena, sebagai manusia tidak luput dari kesilapan dan kesalahan. dan kita juga dari Pemko Dumai sudah memaafkan''terangnya. 

Terkait masalah relokasi pasar kata kadis Pedagangan, beliau ( H Gedang) juga sudah menyampaikan secara gamblang dan dia mendukung untuk pemindahan serta meminta pedagang Pasar gedang di relokasi ke pasar Induk kelakap Tujuh. '' Kepada pedagang pasar gedang yang sudah pernah mendaftar sebelumnya silahkan menempati lapak yang sudah disiapkan dan yang belum mendaftar silahkan mendaftar''ajak Kadis Perdagangan Kota Dumai yang berharap pasar Kelakap Tujuh Dumai berkembang dengan baik.

Menyangkut masalah Laporan Polisi, Kabag Hukum Pemko Dumai Dede Mirza menambahkan sesuai kesepakatan tanggal 7 Februari lalu yang berbunyi tiga hari setelah perjanjian, maka Kami Pemko Dumai akan mencabut laporan. '' Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Dumai terkait laporan sesuai kesepakatan beberapa hari lalu''demikian Kabag Hukum Pemko Dumai Dede Mirza.(mdi)