Pencabutan nomor undian empat Pasang Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Riau di Hotel Aryadu

Semua Dapat Nomor Hoki Bro...


riaupotenza.com
nomor keberutungan - Empat Pasang Calon (Paslon) Gubernur Riau antusias mengangkat nomor keberutungan mereka di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Selasa (13/2).

PEKANBARU(RPZ) - Hasil pencabutan itu, pasangan Syamsuar-Edy Natar Nasution mendapat nomor urut 1, Lukman Edy-Hardianto nomor urut 2, Firdaus-Rusli Effendi nomor 3 dan Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno nomor urut 4.

Terkait nomor yang didapat, masing-masing Paslon mengaku nomor urut yang didapatkan sesuai dengan yang diharapkan sebelumnya. Bahkan nomor itu juga berhubungan dengan apa yang mereka sampaikan.

Salah satunya, seperti yang disampaikan Paslon Andi Rachman-Suyatno, ia mendapatkan nomor urutan 4 dan menurutnya sesuai dengan harapan dan memberikan arti tersendiri dalam pencalonannya ke depan.

Di antaranya, menurut Andi, sesuai kebesaran Riau jika nomor 4 itu juga diartikan dengan 4 sungai besar yang ada di Riau, yang juga merupakan aset berharga bagi Riau untuk perkembangan daerah.

Selain itu, nomor 4 juga berkaitan dengan 4 partai yang mendukung pencalonannya maju Pilkada, yaitu Partai Golkar, PDI-P,  Hanura dan PKPI, ditambah lagi dengan angka 4 yang bisa mengawali kata 4YO (Andi-Yatno).

“Jadi semuanya sesuai keberuntungan dan yang diharapkan sebelumnya. Mudah-mudahan dengan ada keterkaitan ini merupakan awal untuk kemenangan ke depan,” kata Andi.

Hal senada juga disampaikan Paslon Firdaus-Rusli, jika nomor urut 3 merupakan nomor keberuntungan yang telah memberikan banyak arti dan berkah pada dirinya, salah satunya dari pencalonan walikota sebelumnya yang bisa juga merupakan awal kemenangan pada Pilgub Riau mendatang.

Kendati demikian, ia tetap mengakui tidak menyangka akan kembali mendapatkan nomor urut tersebut, sehingga ia sangat bersyukur yang diharapkan menjadi pertanda baik untuk memenangkan Plilgubri ke depan.

“Mudah-mudahan ini pertanda awal untuk meraih kemenangan ke depan,” kata Firdaus.  

Sementara, dari Paslon Syamsuar-Edy Natar yang mendapat nomor urut mengaku nomor ini sebagai keberuntungan atas doa masyarakat yang dikabulkan Allah SWT. Karena sesuai harapan sebelumnya, nomor urut 1 merupakan harapkan masyarakat yang merupakan lambang dari sebuah kemenangan.   

Untuk itu, Syamsuar berharap nomor urut ini menjadi pertanda baik sesuai harapan masyarakat untuk memenangi Pilgubri ke depan.

“Ini salah satu berkah dari doa masyarakat selama ini. Mudah-mudahan pertanda baik untuk kemenangan sesuai harapan masyarakat nomor 1 itu adalah nomor kemenangan,” ujarnya.

Begitu juga dengan paslon Lukman Edy - Hardianto, nomor urut 2 merupakan nomor sejarah yang bisa memberikan arti besar untuk melangkah ke depan, baik untuk kemajuan masyarakat maupun perkembangan daerah ke depan, karena dalam sejarah angka 2 itu merupakan angka baik dalam memulai karir. Sehingga diharapkan berawal dari angka 2 ini akan memberikan awal kebaikan untuk membangkitkan Riau lebih baik.

“Intinya nomor urut 2 ini sesuai dengan harapan kita dan juga masyarakat, terutama dalam menuju perubahan lebih baik atau Riau Bangkit,” katanya.

Pencabutan nomor yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau tersebut dilakukan dalam rapat pleno KPU sesuai tahapan pelaksanaan Pilkada yang sebelumnya telah ditetapkan secara resmi lolos maju Pilkada Riau 2018.

Rapat pleno pencabutan nomor urut dipimpin langsung oleh ketua KPU Riau Nurhamin, dihadiri langsung para pasangan calon.

Selain itu juga hadir Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Ketua DPRD Riau Hj Septina Primawati Rusli, Kapolda Riau, Kejati Riau, tokoh masyarakat Riau dan beberapa pihak terkait serta para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Riau Nurhamin mengatakan, pencabutan nomor urut ini merupakan rangkaian dari tahapan Pilkada.   Pencabutan nomor urut ini dilakukan langsung oleh masing-masing Paslon sesuai aturan berlaku. Sehingga apa pun nomor urut yang didapatkan Paslon merupakan hasil dari pilihan masing-masing Paslon.

Sesuai rencana awal, pencabutan nomor urut ini juga dilakukan secara kebudayaan adat istiadat Melayu yang didahului dengan tepuk tepung tawar pada masing-masing Paslon sebagai simbol pengukuhan pencalonan.

“Tujuan menggunakan adat Melayu ini, juga dalam rangka sosialisasi yang ke depannya akan menjadi perhatian bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam melaksanakan pemilihan,” kata Nurhamin.

Nurhamin juga menegaskan, untuk pencabutan nomor urut Paslon, tidak ada yang direkayasa, karena pencabutan nomor urut dilakukan langsung oleh Paslon, secara terbuka dan disaksikan secara bersama. Sehingga tidak ada yang direkayasa terkait apapun hasil pencabutan nomor urut.

“Semua itu dilakukan langsung oleh Paslon bersangkutan. Jika ada yang mendapatkan nomor sesuai yang diharapkan, itu di luar perkiraan kita yang difaktori keberuntungan,” ujarnya. pm